Celah Kejahatan di Balik Usaha Duplikat Kunci Tanpa Verifikasi

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Riuh mesin duplikat kunci yang bekerja di pinggir jalan mungkin terlihat sebagai bagian biasa dari kehidupan kota.

Namun, di balik kemudahan menggandakan kunci tanpa perlu menunjukkan identitas apa pun, tersimpan potensi celah keamanan yang dapat dimanfaatkan pelaku kejahatan.

Kriminolog Universitas Indonesia, Adrianus Meliala, menilai layanan duplikat kunci yang bebas diakses publik memang menyimpan risiko, terutama ketika masyarakat masih menggunakan jenis kunci yang mudah ditiru dan tidak melakukan langkah-langkah pengamanan tambahan terhadap aset mereka.

Menurut Adrianus, persoalan utama bukan semata-mata pada keberadaan jasa duplikat kunci, melainkan pada kualitas sistem pengamanan yang digunakan masyarakat.

Ia menilai prinsip "ada barang ada harga" sangat berlaku dalam dunia pengamanan rumah maupun kendaraan.

"Makin mahal kunci, makin susah ditiru. Yang sering terjadi, masyarakat ogah berinvestasi membeli kunci yang lebih aman dan lebih sulit diduplikasi," ujar Adrianus saat dihubungi Kompas.com, Selasa (9/6/2026).

Baca juga: Dari Kikir Manual ke Mesin Otomatis, Jejak Transformasi Tukang Duplikat Kunci di Ragunan

Adrianus mengingatkan masyarakat untuk tidak menganggap remeh persoalan penguasaan kunci oleh pihak lain.

Ia mencontohkan penghuni rumah maupun apartemen yang menerima kunci dari pengembang atau pihak sebelumnya sebaiknya segera mengganti perangkat kunci yang digunakan.

"Pemilik apartemen atau siapa pun yang kunci rumahnya pernah dibuatkan orang lain, misalnya oleh developer, ada baiknya mengganti perangkat kunci guna mengurangi kemungkinan penyalahgunaan," katanya.

Meski demikian, Adrianus tidak sepakat apabila negara harus menerapkan pengawasan ketat terhadap usaha duplikat kunci.

Menurut dia, usaha tersebut merupakan kegiatan ekonomi yang legal dan telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

"Kunci dan penggandaan kunci itu barang bebas dan kegiatan bebas. Negara jangan berpikir mengawasi sampai sejauh itu. Mengawasi para pejabatnya saja sulit. Jadi biarkan mekanisme pasar bekerja, sambil terus mengingatkan masyarakat tentang konsekuensi menggandakan kunci orang lain," jelas dia.

Bagi Adrianus, langkah paling efektif untuk mencegah penyalahgunaan bukanlah memperketat pengawasan terhadap tukang kunci, melainkan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya keamanan.

"Ya ganti kunci. Sudah tahu kunci itu vital dan penting, tapi kok pelit buat keselamatan diri sendiri dan harta benda," kata dia.

Baca juga: Dari Trotoar Jalanan, Tukang Duplikat Kunci di Ragunan Raup Rp 9 Juta per Bulan

Usaha duplikat kunci pinggir Jalan

Pandangan Adrianus tersebut menemukan relevansinya di sepanjang Jalan Raya Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Di kawasan ini, jasa duplikat kunci tumbuh subur selama puluhan tahun dan menjadi salah satu sentra duplikat kunci terbesar di Jakarta Selatan.

Pada Selasa siang, deretan lapak sederhana berjajar rapat di sepanjang trotoar. Jarak antara satu lapak dan lainnya hanya sekitar lima hingga sepuluh meter.

Dari kejauhan, spanduk bertuliskan "Duplikat Kunci" tampak berulang-ulang menghiasi pinggir jalan.

Di dalam gerobak berukuran sekitar satu meter persegi, ratusan anak kunci berbagai bentuk tergantung pada kawat pembatas.

Gembok bekas, silinder pintu, serta berbagai komponen logam memenuhi ruang kerja yang sempit.

Saat pelanggan datang, suara mesin segera memecah suasana. Mesin potong mekanis menggerus kuningan dengan bunyi melengking nyaring.

Serbuk logam halus berhamburan di atas meja kayu yang sudah kusam dimakan usia.

Salah seorang pelaku usaha, Edi (55), telah menjalankan usaha tersebut sejak 1990. Selama 36 tahun, ia bertahan di lokasi yang sama meski jumlah pesaing terus bertambah.

"Saya dari dulu di sini saja, enggak pindah-pindah," kata Edi saat ditemui.

Menurut dia, jumlah tukang duplikat kunci di kawasan tersebut kini mencapai sekitar sepuluh orang.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Meski pelanggan harus terbagi, usaha itu masih mampu menopang kehidupan keluarganya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga BBM Naik, Wali Kota Bandung Minta ASN Tinggalkan Mobil Pribadi
• 9 jam lalujpnn.com
thumb
Kiai Lirboyo: Jika Benar Dilaksanakan, Haji akan Menghilangkan Kefakiran
• 17 jam lalurepublika.co.id
thumb
Bea Cukai Beberkan Alasan Menkeu Cabut Segel Toko Tiffany dan Co
• 19 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Mesin Bensin Bisa Bernasib Seperti Kuda di Masa Depan
• 13 jam lalumedcom.id
thumb
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
• 19 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.