Teknologi Stem Cell Kian Melesat, Indonesia Bidik Jadi Pusat Pengobatan Regeneratif Asia dan Terobosan Besar Dunia Kesehatan

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Perkembangan teknologi kesehatan dalam dua dekade terakhir telah membawa dunia medis memasuki era baru yang dikenal sebagai pengobatan regeneratif. 

Jika sebelumnya sebagian besar terapi hanya berfokus mengendalikan gejala atau memperlambat perkembangan penyakit, kini para ilmuwan mulai mengembangkan metode yang bertujuan memperbaiki bahkan meregenerasi jaringan dan organ yang rusak.

Salah satu terobosan yang paling banyak menarik perhatian adalah pemanfaatan sel punca atau stem cell. Teknologi ini membuka harapan baru bagi pasien dengan berbagai penyakit kronis, mulai dari gangguan ginjal, kelainan saraf, penyakit mata, hingga kerusakan jaringan akibat proses penuaan. 

Tak hanya itu, rekayasa jaringan dan terapi berbasis sel kini menjadi bidang penelitian yang berkembang sangat pesat di berbagai negara.

Seiring meningkatnya kebutuhan akan terapi yang lebih personal dan efektif, para peneliti juga terus mengembangkan pendekatan pengobatan yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing pasien. 

Konsep precision medicine, terapi sel rekayasa, hingga bedah regeneratif kini menjadi fokus utama dunia kesehatan global. Dalam konteks tersebut, Indonesia berupaya menunjukkan bahwa kemajuan teknologi kesehatan bukan lagi monopoli negara-negara maju.

Melansir dari laman resmi, komitmen Indonesia dalam mengembangkan pengobatan regeneratif akan terlihat melalui penyelenggaraan The 1st Asia Pacific Regenerative Medicine Congress (APREMIC) 2026 yang berlangsung di Jakarta pada 2-4 Juli 2026.

Kongres pertama bidang regenerative medicine tingkat Asia Pasifik tersebut akan menghadirkan peserta dan pembicara dari 14 negara, antara lain Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Brasil, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Pakistan, Iran, Swedia, Filipina, Malaysia, Jepang, China, dan Indonesia.

Mengusung tema *"Perkembangan Terkini dalam Aplikasi Klinis dan Terapi Pengobatan Regeneratif"*, forum internasional ini akan menjadi wadah pertukaran ilmu pengetahuan, hasil penelitian, serta pengalaman klinis dari para ahli dunia.

Presiden Indonesia Society Regenerative Medicine (INASRM), Dr. Dr. dr. Jonny, Sp.PD-KGH, M.Kes, M.M., DCN, DABRM, FISN menjelaskan bahwa kongres tersebut akan menghadirkan sekitar 24 pembicara internasional yang memiliki kompetensi di bidang regenerative medicine dan stem cell.

Sejumlah topik strategis akan dibahas, mulai dari perkembangan terapi regeneratif, pemanfaatan sel punca untuk berbagai penyakit, rekayasa jaringan, terapi generasi baru, pemulihan fungsi organ, hingga terapi berbasis sel yang lebih spesifik sesuai kebutuhan pasien.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Suku Bunga Jadi Jalan Terakhir BI
• 14 jam lalukompas.id
thumb
Penerimaan Taruna Akpol 2026, Polda Banten Pastikan Bebas dari Percaloan
• 22 jam lalujpnn.com
thumb
Prabowo ke Anggota HIPMI: Jangan Macam-macam, Aku Tahu Kelakuanmu Semua!
• 9 jam laluviva.co.id
thumb
Prabowo Sebut Pengusaha RI Banyak Dosanya
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
Motorola Edge 2026 Meluncur, Bawa Kamera Telefoto dan Bodi Tangguh Berstandar Militer
• 4 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.