Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis (11/6/2026) menuju level 6.000.
Tren penguatan IHSG diperkirakan berlanjut pada Kamis setelah berhasil ditutup menguat 2,71% ke level 5.902,38 pada penutupan perdagangan Rabu (10/6/2026).
Tim riset Phintraco Sekuritas menilai sentimen positif datang dari penguatan nilai tukar rupiah, koreksi harga minyak dunia, serta meningkatnya optimisme investor terhadap langkah pemerintah dalam merespons gejolak pasar modal domestik.
Dengan kombinasi sentimen global dan domestik yang membaik, IHSG diperkirakan masih memiliki ruang penguatan untuk menguji level psikologis 6.000.
"Secara teknikal, IHSG masih berpeluang menguji level psikologis di level Rp6.000," tulis tim riset Phintraco Sekuritas, Rabu (10/6/2026).
Pada penutupan perdagangan Rabu (10/6/2026) seluruh sektor tercatat bergerak di zona hijau. Sektor transportasi memimpin kenaikan sebesar 4,51%. Penguatan yang merata tersebut mencerminkan mulai pulihnya minat beli investor setelah tekanan yang terjadi dalam beberapa sesi terakhir.
Baca Juga
- IHSG Ditutup Menguat Dekati Level 6.000, Saham BBCA, BREN & BMRI Kompak Melaju
- Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Rabu 10 Juni 2026
- Harga Pertamax Naik, IHSG dan Rupiah Dapat Angin Segar
Di pasar valuta asing, rupiah juga menunjukkan kinerja positif dengan menguat 0,63% terhadap dolar AS ke level Rp17.944 per dolar AS. Stabilnya pergerakan rupiah dinilai menjadi salah satu katalis utama yang mendukung perbaikan sentimen di pasar saham.
Sebelumnya, Bank Indonesia secara tak terduga memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,50%. Selain itu, BI juga menaikkan suku bunga deposit facility menjadi 4,50% dan lending facility menjadi 6,25%.
Keputusan ini diambil sebagai langkah lanjutan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah meningkatnya ketidakpastian global, terutama akibat konflik yang terjadi di Timur Tengah. Kenaikan suku bunga juga bertujuan sebagai langkah antisipatif agar inflasi tetap berada dalam sasaran BI.





