Serang: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten membuka ruang kolaborasi dan sinergi yang luas bagi seluruh elemen masyarakat guna menyukseskan program sekolah gratis. Program ini diharapkan dapat mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM) di wilayah tersebut.
Gubernur Banten Andra Soni menegaskan pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri dalam memajukan sektor pendidikan. Kontribusi organisasi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat sangat diperlukan.
"Saya terbuka untuk seluruh kelompok pelajar, mahasiswa, dan masyarakat yang ingin berdialog, yang ingin berkontribusi dalam pembangunan daerah," kata dia setelah menerima kunjungan Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII) di Gedung Negara Provinsi Banten di Kota Serang, dikutip dari Antara, Rabu, 10 Juni 2026.
Baca Juga :
Pemprov Banten Edukasi Konservasi Air Lewat Kompetisi Film PendekSaat ini, Pemprov Banten fokus mengoptimalkan pemanfaatan anggaran daerah untuk memotong mata rantai putus sekolah. Komitmen tersebut dibuktikan lewat program sekolah gratis bagi SMA, SMK, dan SKh swasta yang sudah berjalan sejak 2025.
Sebagai langkah keberlanjutan, pada tahun anggaran 2026, Pemprov Banten memperluas jangkauan pembebasan biaya pendidikan tersebut hingga tingkat madrasah aliah (MA) swasta.
"Hal tersebut bertujuan untuk memberikan akses bagi anak-anak kita untuk memperoleh pendidikan. Kami harap program ini mendapatkan dukungan semua pihak dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di Provinsi Banten," ujarnya.
Gubernur Banten Andra Soni (kedua dari kiri) saat meninjau program sekolah gratis di SMA PGRI 56 Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Selasa, 2 Juni 2026. ANTARA/Irfan.
Langkah strategis Pemprov Banten ini mendapat dukungan organisasi kepemudaan. Ketua Umum PB PII Kevin Prayoga menyatakan kesiapan menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mengawal kebijakan tersebut.
Selain mendukung akses pendidikan formal yang dibiayai pemprov, pihak organisasi siap mengambil peran dalam pengembangan kemampuan non-akademik pelajar di Banten. Contohnya, pelatihan kepemimpinan dan public speaking.
"Bagi kami, pendidikan adalah harga mati. Ketika pemerintah memfokuskan pada kualitas pendidikan, saya meyakini pendidikan kita akan melahirkan orang-orang yang hebat dan punya integritas," ungkap Kevin.




