Antisipasi Karhutla, BPBD Sumsel Siagakan Empat Helikopter

metrotvnews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Palembang: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatra Selatan (Sumsel) menyiagakan empat helikopter bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Langkah ini dilakukan untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama puncak musim kemarau 2026.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan dukungan armada udara tersebut menjadi bagian dari kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam mengantisipasi meningkatnya potensi karhutla di sejumlah wilayah rawan di Sumsel.

"Untuk Satgas Udara, kami dibantu dua armada udara untuk patroli, yaitu satu helikopter patroli dan satu pesawat patroli. Selain itu, BNPB memberikan bantuan empat helikopter untuk membantu pemadaman di lapangan," katanya, dilansir dari Antara, Rabu, 10 Juni 2026. 
 

Baca Juga :

Sumsel Mulai Masuki Musim Kemarau, Suhu Siang Bisa Tembus 34 Derajat Celsius

Ia menjelaskan awalnya terdapat tiga helikopter pemadam yang disiagakan. Namun pada pekan lalu, satu unit helikopter tambahan tiba di Sumsel untuk memperkuat operasi pemadaman udara.

Helikopter tambahan tersebut telah menjalani proses verifikasi oleh tim BNPB dan dinyatakan siap untuk dioperasikan. "Helikopter itu sudah diverifikasi dan mulai hari ini dapat melaksanakan misi pemadaman udara," jelasnya.

BPBD Sumsel juga mencatat sejak 1 Januari hingga 9 Juni 2026 telah terjadi 137 kejadian karhutla. Total luas lahan terbakar mencapai 305,39 hektare.


Ilustrasi - Seorang petugas sedang berupaya memadamkan api dari lahan yang terbakar (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)


Berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumsel, sejumlah wilayah masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Namun, kondisi tinggi muka air tanah di beberapa kawasan gambut seperti Banyuasin, Musi Banyuasin, dan Ogan Komering Ilir berada pada kategori rawan sehingga tetap memerlukan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan.

Untuk menekan risiko karhutla, BPBD Sumsel bersama instansi terkait terus melakukan patroli darat dan udara, pemantauan sebaran hotspot, sosialisasi pencegahan karhutla. Pihaknya juga menyiagakan personel dan peralatan pemadaman.

BPBD Sumsel mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Masyarakat juga diminta segera melaporkan jika menemukan indikasi kebakaran agar dapat cepat ditangani dan tidak meluas.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Araghchi Tegaskan Selat Hormuz Milik Iran-Oman
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Harga Pertamax Naik, Warga Ramai-Ramai Beralih ke Transportasi Umum?
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
Harga Buyback Emas Antam, UBS & Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini Rabu, 10 Juni 2026
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Rusuh di Irlandia Utara Buntut Penikaman Brutal, Bangunan-Mobil Dibakar
• 13 jam laludetik.com
thumb
Prabowo Prihatin Warga Meninggal Pendarahan Menuju RS yang Jaraknya Jauh
• 17 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.