Kasus Gangguan Jiwa Berat di Bandung Naik, Kesehatan Mental Jadi Perhatian

rctiplus.com
4 jam lalu
Cover Berita
Kasus Gangguan Jiwa Berat di Bandung Naik, Kesehatan Mental Jadi PerhatianNasional | inews | Kamis, 11 Juni 2026 - 00:23Dengarkan Berita

BANDUNG, iNews.id - Kasus gangguan jiwa berat di Kota Bandung, Jawa Barat mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung mencatat, jumlah kasus naik dari 4.261 kasus pada 2022 menjadi 5.272 kasus pada 2025 atau naik lebih dari 1.000 kasus.

Data tersebut dihimpun dari 80 puskesmas di Kota Bandung. Selain gangguan jiwa berat, sejumlah masalah kesehatan mental lain juga menunjukkan tren peningkatan.

Masalah kesehatan mental tersebut antara lain depresi, kecemasan, gangguan tidur, hingga gangguan bipolar. Kondisi ini menjadi perhatian Dinkes Kota Bandung dalam memperkuat layanan kesehatan jiwa bagi masyarakat.

Administrator Kesehatan Ahli Muda Dinkes Kota Bandung, Endang Pregiwatiningsih mengajak masyarakat mulai terbuka terhadap pentingnya konseling dan dukungan psikologis.

Endang mengatakan, masyarakat perlu menghilangkan stigma terhadap layanan kesehatan jiwa. Menurutnya, menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik.

Baca Juga:Viral Ketua Geng Motor di Maros Mengamuk Bawa Parang dan Busur, Kini Ditangkap Polisi

“Menjaga kesehatan fisik itu penting, tetapi kesehatan jiwa juga sama pentingnya. Sama seperti kita rutin memeriksakan kesehatan gigi atau kesehatan tubuh lainnya, kesehatan mental juga perlu dijaga. Mencari bantuan psikolog bukanlah tanda kelemahan, melainkan bentuk keberanian untuk menjadi lebih baik,” ujar Endang dikutip dari iNews Bandung Raya, Rabu (10/6/2026).

Dia menjelaskan, layanan kesehatan jiwa sebenarnya telah tersedia di seluruh puskesmas di Kota Bandung. Namun, layanan psikolog klinis saat ini baru tersedia di 12 puskesmas.

Keberadaan layanan ini diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan penanganan lebih cepat. Warga juga didorong tidak menunggu kondisi menjadi berat untuk mencari bantuan.

Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa (P2PTKJ) Dinkes Kota Bandung, Girindra Warhana mengatakan, layanan psikolog klinis di puskesmas menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas hidup warga.

Baca Juga:DPR Respons Penggerebekan Markas Judi Online di Hayam Wuruk: Jangan Sampai Indonesia Jadi Basis Kejahatan Digital

“Mudah-mudahan layanan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat. Kalau sebelumnya banyak warga yang belum mengetahui adanya layanan psikolog di puskesmas, sekarang informasi ini bisa disebarluaskan kepada keluarga, teman, maupun tetangga. Kami ingin masyarakat memanfaatkan layanan ini sejak dini, bukan menunggu sampai mengalami masalah kesehatan mental yang berat,” katanya.

Girindra menjelaskan, dari total 80 puskesmas di Kota Bandung, sebanyak 12 puskesmas telah memiliki layanan psikolog klinis. Layanan tersebut dipetakan untuk mewakili wilayah tertentu dan menjadi pusat rujukan bagi masyarakat di sekitarnya.

Adapun 12 puskesmas yang menyediakan layanan psikolog klinis yakni Puskesmas Babakan Sari, Garuda, Ibrahim Adjie, Cibuntu, Cipamokolan, Kopo, Puter, Padasuka, Sukarasa, Pasirkaliki, Salam, dan Cipadung.

Masyarakat Kota Bandung tetap dapat mengakses layanan psikolog klinis di puskesmas tersebut meski berdomisili di wilayah lain. Dinkes Kota Bandung juga akan terus mengevaluasi layanan tersebut.

Ke depan, Dinkes berupaya menambah jumlah puskesmas yang menyediakan layanan psikolog klinis. Langkah ini dilakukan jika kebutuhan masyarakat terus meningkat dan hasil evaluasi menunjukkan manfaat positif.

Baca Juga:Profil Adex Yudiswan, Jenderal Polri yang Terjun ke Hutan Latimojong Gendong Jasad Korban Pesawat Jatuh

“Kami berharap dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah daerah, DPRD maupun masyarakat. Jika hasil evaluasi menunjukkan manfaat yang baik dan kebutuhan masyarakat terus meningkat, tentu kami ingin memperluas layanan ini di tahun-tahun mendatang,” katanya.

#jabar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
10 WNI Ditangkap di Bandara Soetta Usai Liburan ke Bangkok, Kasus Apa?
• 18 jam laluokezone.com
thumb
Pinjol Bikin Utangmu Berlipat Ganda
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Bareskrim Tetapkan Founder PT DSI Tersangka Baru Kasus Dugaan Fraud
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Fakta Giorgio Antonio Terbongkar? Tessa Mariska Sindir Keras Status CEO Pacar Sarwendah: “Jogetin Aja CE I OO
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
KAI Angkut 21,56 Juta Ton Batu Bara hingga Mei 2026, Topang Rantai Pasok Energi Nasional
• 2 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.