Jakarta, VIVA – Di tengah kembali mencuatnya perhatian publik terhadap hubungan Ruben Onsu dan Sarwendah yang kini menjadi sorotan, warganet justru ramai membahas kembali perjalanan karier Sarwendah di dunia hiburan. Salah satu yang ikut terseret dalam nostalgia tersebut adalah girl group legendaris Cherrybelle, yang pernah menjadi fenomena besar di awal 2010-an.
Nama Cherrybelle kembali ramai diperbincangkan setelah netizen mengaitkan jejak karier Sarwendah dengan era kejayaan grup vokal perempuan yang penuh warna tersebut.
Di balik ramainya perbincangan itu, Cherrybelle bukan hanya sekadar grup musik, tetapi juga bagian penting dari sejarah industri hiburan Indonesia yang membentuk tren girl band pada masanya. Banyak netizen yang kemudian bernostalgia dengan masa kejayaan mereka, termasuk perjalanan para mantan personelnya yang kini menempuh karier masing-masing.
Awal Mula Cherrybelle dan Era Kejayaan Girl Group Indonesia
- VIVAnews/ Muhamad Solihin
Cherrybelle sendiri dibentuk pada 27 Februari 2011 di Jakarta oleh CBM Entertainment. Grup ini awalnya beranggotakan sembilan perempuan muda berbakat, yakni Angel, Anisa, Cherly, Christy, Devi, Felly, Gigi, Ryn, dan Wenda. Nama Cherrybelle sendiri berasal dari gabungan kata “cherry” dan “belle” yang berarti cantik dalam bahasa Prancis, mencerminkan konsep grup yang identik dengan imej ceria, manis, dan energik.
Sejak awal kemunculannya, Cherrybelle langsung mencuri perhatian publik dengan konsep musik Indo pop dan dance-pop yang segar. Setelah menjalani masa pelatihan ketat, mereka resmi debut pada 2011 dengan mini album Love is You. Lagu-lagu mereka dengan cepat mendapatkan tempat di hati penggemar, yang kemudian dikenal dengan sebutan Twibies.
Popularitas mereka semakin melejit lewat berbagai penampilan di televisi hingga film Love is You yang dirilis pada 2012. Pada masa itu, Cherrybelle menjadi salah satu ikon girl group terbesar di Indonesia.
Dinamika Personel dan Perjalanan Panjang Cherrybelle
Meski sempat berada di puncak popularitas, Cherrybelle mengalami banyak perubahan formasi yang cukup signifikan. Pada 2012, Devi dan Wenda keluar dari grup, disusul Anisa pada 2013. Perubahan terus terjadi hingga beberapa anggota lain juga memilih hengkang pada tahun-tahun berikutnya.





