Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tren penguatan dalam dua hari terakhir. Pada perdagangan Rabu (10/6), IHSG ditutup menguat 155,73 poin atau 2,71 persen ke level 5.902,38. Sementara indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan naik 20,16 poin atau 3,54 persen ke posisi 589,48.
Sehari sebelumnya, Selasa (9/6), pasar saham Indonesia juga ditutup menguat signifikan. IHSG melesat ke zona hijau pada perdagangan sesi II seiring penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menilai penguatan IHSG dalam dua hari terakhir dipengaruhi oleh menguatnya rupiah dan aksi pembelian kembali (buyback) saham oleh sejumlah BUMN.
“Kinerja IHSG dalam 2 hari ini disebabkan oleh penguatan Rp dan buyback saham oleh BUMN,” kata Wijayanto.
Menurutnya, aksi korporasi yang dilakukan BUMN turut membantu menahan tekanan dari keluarnya dana asing dari pasar saham domestik.
“Aksi BUMN tersebut bisa melawan net outflow asing yang terjadi dalam 2 hari tersebut,” ujarnya.
Meski demikian, Wijayanto menilai penguatan pasar saham tidak akan berkelanjutan jika berbagai persoalan mendasar belum diselesaikan.
“Jika ingin IHSG terus menguat, maka permasalahan utama harus dipecahkan, dengan: (1) transparansi pasar modal, (2) penguatan fiscal, serta (3) perbaikan iklim investasi dan pengakhiran kecenderungan pemerintah mengeluarkan kebijakan yang tidak terprediksi dan tidak market/business friendly,” tuturnya.
Dasco Bertemu Dirut HimbaraWakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mendorong buyback saham Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang turun akibat gejolak global. Hal itu, disampaikan Dasco dalam pertemuan dengan para pimpinan Himbara, Selasa (9/6).
Hadir dalam pertemuan itu Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria, dan Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan.
Lalu, Direktur Utama Indonesia Investment Authority (INA) Oki Ramadhana, Direktur Utama Bank Mandiri Riduan, Direktur Utama Taspen Rony Hanityo Aprianto, Direktur Utama BRI Hery Gunardi, serta Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Mayjen TNI (Purn) Prihati Pujowaskito.
Sebelum pertemuan berlangsung, Dasco mengatakan salah satu agenda pembahasan adalah kondisi saham-saham BUMN yang dinilai memiliki fundamental baik tetapi terdampak tekanan pasar.
“Pagi ini kan kita berkumpul untuk koordinasi terutama kita akan berdiskusi banyak soal paket sama saham-saham BUMN yang sebenarnya bagus-bagus,” kata Dasco.
“Tapi kemudian dengan situasi pasar global yang kemudian berdampak,” lanjutnya.





