BNN Bantah Tangkap Sosok Caketum HIPMI Bersama 10 WNI di Soetta

jpnn.com
9 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Badan Narkotika Nasional (BNN) merespons isu penangkapan sosok calon ketua umum (caketum) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) yang mendadak jadi perbincangan di media sosial.

BNN membantah isu yang mengaitkan sosok caketum HIPMI telah diamankan dalam Operasi Sekuens Sapu Bersih Narkotika.

BACA JUGA: BNN Periksa Puluhan Orang Menjelang Munas HIPMI, Ketum BPD Riau Konon Ikut Diamankan

"Tidak ada kaitannya (Operasi Sekuens) dengan hal tersebut (caketum HIPMI)," kata Kepala Biro Humas dan Protokol BNN Brigjen Putu Putera Sadana saat dikonfirmasi awak media, Rabu (10/6).

Sebelumnya, BNN RI menggelar Operasi Sekuens bertajuk Sapu Bersih Narkotika di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (8/6).

BACA JUGA: WNA Rusia Edarkan Narkotika di Bali, BNN Buru Jaringan yang Terlibat

Operasi gabungan yang melibatkan Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI, Direktorat Jenderal Imigrasi, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta Polres Bandara Soekarno-Hatta itu dilakukan menjelang Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut pengungkapan kasus narkotika pada 3 Juni 2026. Saat itu, tim gabungan mengamankan dua warga negara asing (WNA) asal Rusia berinisial KK (52) dan SK (40) dengan barang bukti hashish seberat 7,8 kilogram bruto yang diduga berasal dari Thailand.

BACA JUGA: Hadiri Pemusnahan 4,9 Ton Sabu-Sabu di BNNP Aceh, Bea Cukai Tegaskan Ini

Berdasarkan hasil pengembangan kasus dan informasi dari Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta, petugas kemudian melakukan pemantauan terhadap penerbangan yang datang dari Bangkok, Thailand.

Sekitar pukul 21.00 WIB, tim mengidentifikasi 14 penumpang warga negara Indonesia (WNI) untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

Dari hasil tes urine awal, sebanyak sepuluh orang dinyatakan positif mengandung narkotika dan/atau zat adiktif, antara lain metamfetamina, THC, amfetamina, kokain, serta beberapa zat lainnya. Sementara empat penumpang lainnya dinyatakan negatif.

Sepuluh penumpang yang positif tersebut berinisial MM, FR, GAS, MA, ASM, DP, HP, MI, AN, dan RA.

Selain itu, petugas juga menemukan serbuk seberat 22 gram yang diduga ketamin di dalam koper milik HP. Meski ketamin tidak tergolong narkotika, BNN tetap melakukan pendalaman dan uji laboratorium terhadap barang tersebut.

Selanjutnya, kesepuluh penumpang yang positif dibawa ke Kantor BNN RI untuk menjalani asesmen dan pemeriksaan lebih lanjut.

Hasil gelar perkara menetapkan mereka sebagai penyalah guna kategori ringan atau coba pakai. Karena itu, BNN memutuskan untuk memberikan rehabilitasi rawat jalan di Klinik Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) BNN RI Cawang disertai kewajiban wajib lapor.

Pada Rabu (10/6) pukul 07.30 WIB, seluruh penyalah guna tersebut dipulangkan dengan ketentuan mengikuti program rehabilitasi dan memenuhi kewajiban pelaporan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kepala BNN RI Komjen Suyudi Ario Seto mengatakan operasi tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi masyarakat dari ancaman narkotika.

“Menyelamatkan generasi Indonesia dari narkotika adalah hal yang mulia dan menjadi tanggung jawab seluruh elemen bangsa,” kata Suyudi.

Dia juga mengapresiasi sinergi yang terjalin antara BNN, Imigrasi, Bea dan Cukai, serta Polri dalam upaya pemberantasan narkotika.

Menurut dia, BNN akan terus memperkuat deteksi dini, pengawasan terhadap orang dan barang di pintu masuk negara, serta meningkatkan operasi terpadu bersama kementerian dan lembaga terkait.

“Langkah ini dilakukan untuk mewujudkan Indonesia yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika,” ujar Suyudi. (kkp/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bea Cukai-BNN Gagalkan Penyelundupan 29 Kg Sabu-Sabu dari Malaysia, Ini Kronologinya


Redaktur : Elfany Kurniawan
Reporter : Kenny Kurnia Putra


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kesaksian Keluarga Bocah yang Koma Akibat Kesetrum Usai Dibully 2 Remaja
• 18 menit laluliputan6.com
thumb
Temui Kepala KSP, Mensos Gus Ipul Diskusikan Perkembangan Program Sekolah Rakyat
• 23 jam laludisway.id
thumb
Harga Pertamax Makin Mahal, Pemerintah Awasi Ketat Gelombang Pembelian Pertalite
• 14 jam laludisway.id
thumb
Kata Pemerintah dan DPR soal Harga Pertamax Naik, PDI-P Kecewa
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Disway Top Regional Leader Awards 2026, Mashudi: Apresiasi Kepala Daerah yang Kerja Baik dan Berdampak
• 58 menit laludisway.id
Berhasil disimpan.