WASHINGTON, KOMPAS.TV - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan kembali memerangi Iran karena perundingan damai tak kunjung membuahkan hasil.
Trump menuduh Teheran "terlalu lama dalam perundingan" untuk menghentikan peperangan AS dan Iran.
Donald Trump menyatakan Iran "akan membayar" usai tak kunjung mencapai kesepakatan dengan AS. Ancaman ini dilontarkan Trump dalam unggahan di media sosial Truth Social, Rabu (10/6/2026).
"Kami akan menyerang mereka, dan menyerang mereka dengan sangat keras," kata Trump dikutip Al Jazeera.
Baca Juga: Pertamina Ungkap Alasan Naikkan Harga Pertamax: Dampak Perang Iran, Tak Lagi Kuat Tekan Harga Jual
Saat ditanya wartawan mengenai apakah AS akan melanjutkan operasi pengeboman di Iran, Trump menyinggung soal penembakan helikopter tempur AS di Selat Hormuz, Selasa (9/6). Trump menuduh Iran bertanggung jawab atas penembakan tersebut.
"Ya, berdasarkan kasus helikopter itu, saya kira kami berhak melakukannya (menyerang Iran)," kata Trump.
Situasi AS dan Iran diketahui semakin memanas seiring perundingan kedua negara yang belum membuahkan hasil. Pada akhir pekan lalu, Iran dan Israel pun bertukar serangan akibat operasi militer Tel Aviv di Lebanon.
AS kemudian turut terlibat baku tembak setelah helikopter Apache AS ditembak jatuh di Selat Hormuz. Pada Selasa (9/6) malam waktu setempat, Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan pihaknya menyerang sistem pertahanan udara dan radar Iran di dekat Selat Hormuz sebagai balasan.
Pada Rabu (10/6), Iran kembali membalas dengan menyerang pangkalan militer AS di negara-negara Timur Tengah. Korps Garda Revolusioner Iran (IRGC) menyatakan pihaknya menyerang 21 target AS.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- donald trump
- perang iran
- iran
- trump ancam iran
- perundingan iran





