HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Barcelona memutuskan untuk tidak mempermanenkan Marcus Rashford setelah masa peminjamannya berakhir pada 30 Juni. Alasannya pun akhirnya terungkap. Keputusan ini diambil karena harga transfer dan gaji Rashford dianggap terlalu tinggi. Ini membebani keuangan klub yang belum stabil.
Manchester United bersikeras mempertahankan harga Rashford di angka 30 juta euro. Sementara Barcelona hanya mampu menawarkan sekitar 15-18 juta euro. “MU tidak mau menurunkan harga Rashford,” jelas sumber dari internal Barcelona.
Selain itu, gaji Rashford yang mencapai lebih dari 300 ribu euro per pekan juga menjadi faktor pembatas. Barcelona harus pintar-pintar mengatur keuangan mereka mengingat kondisi finansial klub yang belum sepenuhnya pulih.
Dari segi performa, Rashford memang tampil apik dengan mencetak 14 gol dan 14 assist di seluruh ajang musim ini serta turut membantu Barcelona menjuarai LaLiga dan Piala Super Spanyol. Namun, faktor usia dan kemauan bertahan menjadi pertimbangan lain.
“Dibandingkan Anthony Gordon yang baru dibeli, Rashford tidak menunjukkan kemauan bertahan yang sama dan usianya juga empat tahun lebih tua,” kata sumber klub.
Barcelona sebelumnya telah mengeluarkan 80 juta euro untuk mendatangkan Anthony Gordon dari Newcastle United, sehingga mereka lebih memilih untuk fokus pada pemain yang dianggap lebih sesuai dengan kebutuhan dan kondisi klub.
Dengan keputusan ini, Rashford akan kembali ke Manchester United setelah kontrak peminjamannya habis. Apakah dia akan melanjutkan kariernya di MU atau dijual ke klub lain masih menjadi tanda tanya dan akan menunggu perkembangan selanjutnya.
Sementara itu, Barcelona harus kembali menyusun strategi transfer dan pengelolaan finansial mereka demi menjaga kestabilan tim dan mencapai target musim depan.





