AS Tuding Wasit Somalia Omar Artan terkait Teroris sehingga Dilarang Masuk, FIFA Lepas Tangan

harianfajar
10 jam lalu
Cover Berita

HARIAN FAJAR – Wasit Somalia Omar Abdulkadir Artan mengalami penolakan masuk ke Amerika Serikat (AS). Sedianya dia akan memimpin laga Piala Dunia 2026. Pihak AS menuding wasit terbaik Afrika 2026 terkait dengan terorisme. Di sisi lain, FIFA lepas tangan menghadapi keputusan pemerintah AS tersebut.

Omar Artan tiba di Miami dengan dokumen lengkap, namun langsung ditolak masuk dan menjalani interogasi selama lebih dari 11 jam. Setelah itu, ia ditahan dan diterbangkan kembali ke Istanbul, tempat keberangkatannya. Pemerintah AS tidak menjelaskan secara rinci alasan penolakan tersebut.

Sumber dari pemerintahan Donald Trump yang dikutip The Athletic mengungkapkan bahwa alasan penolakan berkaitan dengan dugaan keterkaitan Omar dengan anggota organisasi teror. Seorang pejabat senior White House menyatakan,

“Setelah pemeriksaan lebih lanjut oleh CBP (Customs and Border Protection), ditemukan informasi yang sifatnya merugikan, termasuk keterkaitan dengan tersangka anggota organisasi teror, yang membuat pelancong tersebut tidak memenuhi syarat untuk masuk ke Amerika Serikat berdasarkan Undang-Undang Imigrasi dan Kewarganegaraan (INA).”

Pejabat tersebut menambahkan, “Pelancong tersebut ditolak masuk dan diberi formulir imigrasi yang berisi bagian hukum yang digunakan untuk menyelesaikan deportasi cepat, berdasarkan pasal 8235 INA. Pemerintahan Presiden Trump tidak akan membiarkan ancaman keamanan apa pun untuk memasuki negara kami – titik.”

Kejadian ini menimbulkan kritik terhadap FIFA, karena sebelumnya mereka menjamin tidak akan ada diskriminasi bagi peserta dan ofisial Piala Dunia 2026. Sementara itu, FIFA menegaskan bahwa mereka tidak memiliki kewenangan dalam proses imigrasi negara tuan rumah.

“FIFA tidak terlibat dalam proses imigrasi negara tuan rumah, termasuk penentuan visa, dan telah diberitahu oleh pihak berwenang bahwa status Mister Artan tidak akan diubah saat ini,” jelas Juru Bicara FIFA.

“Seperti di event-event FIFA sebelumnya, negara tuan rumah yang menentukan siapa yang mendapat visa dan diperbolehkan masuk negara mereka,” tambahnya.

Sementara itu, pihak Imigrasi AS menyatakan bahwa kebijakan penerimaan pelancong bisa berubah-ubah sesuai kondisi di lapangan, sehingga pemilik visa pun berpotensi ditolak masuk. Kondisi ini menegaskan bahwa pemerintah AS memegang kendali penuh atas siapa yang boleh memasuki wilayahnya, termasuk dalam konteks acara internasional sebesar Piala Dunia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis Resmi Diumumkan, Bawa Lagu Sheila On 7 ke Layar Lebar
• 8 jam laluintipseleb.com
thumb
Ketua DPRD Jateng Bantah Terlibat Kasus Dugaan Korupsi MBG, Ngaku tak Kenal Sony Sonjaya
• 21 jam lalurepublika.co.id
thumb
Konflik Berakhir, Fauna Land Pengelola Baru Bandung Zoo
• 6 jam lalukompas.id
thumb
JUMBO dan Nussa Kembali Jadi Perbincangan, Kali Ini Bukan Karena Filmnya
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
Pendaki Gunung Everest yang Hilang Selama 6 Hari Berhasil Selamat Secara Ajaib
• 1 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.