Dolar Kian Perkasa, Kewajiban Neto Investasi Internasional RI Turun US$45,8 Miliar

bisnis.com
12 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Bank Indonesia (BI) melaporkan Posisi Investasi Internasional (PII) pada kuartal I/2026 menurun. Penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) menjadi pemicu utama. 

Pada kuartal I/2026, BI mencatat kewajiban neto investasi internasional Indonesia sebesar US$227,6 miliar. Posisi kewajiban neto ini turun sekitar US$45,8 miliar dari posisi kuartal IV/2025 yani US$273,4 miliar. 

"Kewajiban neto yang menurun dipengaruhi oleh penurunan posisi Kewajiban Finansial Luar Negeri (KFLN) yang lebih dalam dari penurunan posisi Aset Finansial Luar Negeri (AFLN)," terang Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso melalui siaran pers, Rabu (10/6/2026). 

Baca Juga : Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.940 per Dolar AS, Sentimen BI Rate Jadi Pendorong

BI mencatat bahwa penurunan baik dari sisi AFLN dan KFLN dipicu oleh nilai tukar dolar AS yang kian perkasa. AFLN merujuk pada aktiva penduduk pada bukan penduduk (nonresiden/asing) baik dalam denominasi valas maupun rupiah, berbentuk kas valas, simpanan, piutang dagang/usaha, surat berharga dan penyertaan modal. 

Posisi AFLN  menurun terutama dipengaruhi oleh penurunan posisi cadangan devisa sejalan dengan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah serta kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah. 

Posisi AFLN pada akhir kuartal I/2026 tercatat sebesar US$556,7 miliar atau turun 0,4% (qtq) dari US$559,1 miliar pada kuartal IV/2025. 

"Penurunan posisi AFLN juga dipengaruhi oleh pelemahan harga aset dan penguatan nilai tukar dolar AS terhadap beberapa mata uang negara penempatan aset, di tengah meningkatnya posisi aset investasi langsung, investasi portofolio, dan investasi lainnya," terangnnya.

Di sisi lain, KFLN merupakan pasiva alias kewajiban penduduk pada bukan penduduk (nonresiden/asing) baik dalam valas maupun rupiah berbentuk utang luar negeri (ULN) maupun ekuitas asing. Salah satu bentuknya adalah investasi langsung alias penanaman modal. 

Posisi KFLN turun lebih dalam dari AFLN yakni sebesar 5,8% (qtq) dari US$832,6 miliar pada kuartal IV/2025 ke US$784,3 miliar pada kuartal I/2026. Meski demikian, BI menyebut penurunan terjadi di tengah aliran masuk modal asing pada investasi langsung dan investasi portofolio yang tetap terjaga. 

Penurunan pada KFLN terutama bersumber dari pelemahan nilai instrumen keuangan domestik di tengah kinerja investasi langsung yang tetap membukukan surplus. Menurut bank sentral, hal ini mencerminkan tetap terjaganya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi domestik. 

"Posisi investasi portofolio dan investasi lainnya menurun sejalan dengan pembayaran surat utang sektor swasta dan pinjaman luar negeri yang jatuh tempo. Selain itu, posisi KFLN juga dipengaruhi oleh pelemahan harga saham dan penguatan nilai tukar dolar AS terhadap mayoritas mata uang global, termasuk Rupiah," jelas Ramdan.

BI memandang bahwa perkembangan PII Indonesia pada Januari-Maret 2026 tetap terjaga sehingga mendukung ketahanan eksternal. Sebab, rasio PII Indonesia terhadap PDB pada periode tersebut masih 15,5% atau lebih rendah dari kuartal IV//2025 sebesar 18,9%. 

Selain itu, struktur kewajiban PII Indonesia didominasi oleh instrumen berjangka panjang sebesar 92,5% terutama dalam bentuk investasi langsung.

Bank Indonesia menyatakan bakal senantiasa mencermati dinamika perekonomian global yang dapat memengaruhi prospek PII Indonesia. Respons bauran kebijakan juga diperkuat melalui sinergi dengan Pemerintah dan otoritas terkait guna memperkuat ketahanan sektor eksternal. 

"Selain itu, Bank Indonesia akan terus memantau potensi risiko terkait kewajiban neto PII terhadap perekonomian," pungkas Denny. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
IHSG Menguat di Penutupan, Analis Ungkap Peranan Stabilisasi BI
• 9 jam laludisway.id
thumb
Menkop Usul Tambah Anggaran Rp1,34 Triliun untuk Percepatan 80 Ribu Kopdes Merah Putih
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
DKI kemarin, tarif Transjabodetabek hingga Festival Jakarta Great Sale
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
Tak Hanya Korban Jiwa, Ongkos Bencana di AS Kini Kian Mencekik
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pramono minta pelaku perundungan di Senen ditindak tegas
• 5 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.