Liputan6.com, Jakarta - Video penggusuran lahan Sekolah Dasar Wolomoni, Desa Niowula, Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) viral di media sosial.
Warga menolak rencana pembangunan koperasi di dalam lingkungan SD. Penolakan itu ditunjukkan dengan mengadang alat berat.
Advertisement
Sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan ketegangan sempat terjadi. Alat berat sempat beroperasi dan merusak sebagian pagar serta pohon milik warga di sekitar lokasi.
Salah seorang warga, Heron, menyayangkan tindakan yang dilakukan secara sepihak oleh kepala desa setempat. Menurutnya, dalam pertemuan warga sebelumnya, seluruh pihak sepakat menolak pembangunan di lokasi tersebut. Hal yang sama juga ditegaskan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende.
“Kami menolak pembangunan di lokasi sekolah. Ini lahan milik pemerintah yang diperuntukkan bagi pendidikan. Kepala Dinas Pendidikan juga belum memberikan izin, justru kepala desa malah memanggil alat berat untuk mulai menggali demi membangun Kopdes Merah Putih,” kata Heron, Selasa (9/6/2026).
Heron mengatakan lahan tersebut telah diserahkan oleh tokoh adat pada tahun 1968, khusus untuk keperluan pendidikan. Warga menegaskan lahan itu tidak dapat dialihfungsikan untuk bangunan usaha.
Menurutnya, pembangunan koperasi juga dinilai berpotensi melanggar aturan, termasuk jarak aman minimal 200 meter dari area pendidikan sesuai Peraturan Menteri Kesehatan demi kenyamanan belajar siswa.




