Komisi X DPR Soroti Carut Marut PCMB 2026 Jabar: Jadi Evaluasi Penyelenggara

detik.com
7 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menyoroti berbagai keluhan masyarakat yang muncul dalam pelaksanaan Penerimaan Calon Murid Baru (PCMB) 2026 di Jawa Barat akibat kendala sistem pendaftaran. Dia menilai persoalan tersebut harus menjadi bahan evaluasi serius bagi seluruh penyelenggara.

"Berbagai keluhan yang muncul dalam pelaksanaan PCMB 2026 di Jawa Barat harus menjadi bahan evaluasi serius bagi seluruh penyelenggara. Sistem penerimaan murid baru merupakan layanan publik yang menyangkut hak pendidikan masyarakat," kata Hetifah kepada wartawan, Kamis (11/6/2026).

Baca juga: Kisruh PCMB Jabar, Pengelolaan SPMB Dialihkan dari Disdik ke Diskominfo

Ia menegaskan, layanan penerimaan murid baru harus ditopang oleh tata kelola dan infrastruktur teknologi yang andal, transparan, serta mudah diakses oleh masyarakat. Karena itu, penanganan terhadap kendala yang terjadi perlu dilakukan secara cepat agar tidak merugikan peserta didik.

"Yang terpenting saat ini adalah memastikan seluruh peserta didik tidak dirugikan akibat kendala teknis yang terjadi," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, pelaksanaan PCMB 2026 di Jawa Barat diwarnai sejumlah keluhan masyarakat terkait gangguan sistem pendaftaran. Menyikapi hal tersebut, Gubernur Jawa Barat mengambil langkah evaluasi dengan menonaktifkan sementara Kepala UPTD Tikomdik Dinas Pendidikan Jawa Barat.

Hetifah mengatakan pihaknya menghormati langkah evaluasi tersebut. Namun, ia berharap upaya pembenahan tidak hanya berfokus pada aspek personal atau pergantian pejabat semata.

"Kita tentu menghormati langkah evaluasi yang dilakukan Pemprov Jawa Barat, dan berharap perbaikan tidak hanya berfokus pada aspek personal atau pergantian pejabat, tetapi juga menyentuh pembenahan sistem secara menyeluruh," tuturnya.

Menurut Hetifah, ke depan diperlukan penguatan koordinasi antarinstansi, pengujian sistem yang lebih matang sebelum pelaksanaan, serta mekanisme pengaduan yang responsif untuk mengantisipasi berbagai kendala yang mungkin muncul.

"Diperlukan penguatan koordinasi, pengujian sistem yang lebih matang, serta mekanisme pengaduan yang responsif agar proses penerimaan murid baru dapat berjalan lebih baik, adil, dan memberikan kepastian bagi masyarakat," pungkasnya.

Sebelumnya, Kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat dipenuhi orang tua siswa yang mengeluhkan berbagai persoalan Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) 2026 sejak Senin kemarin. Kisruh PCMB itu berujung Kepala UPTD Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Tikomdik) Disdik Jabar, Suhendar dicopot.

Dilansir detikJabar, hari terakhir PCMB dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 Jawa Barat diwarnai gelombang keluhan masyarakat. Sejak Senin (8/6/2026) siang. Puluhan orang tua siswa mencari kejelasan terkait berbagai kendala teknis dalam proses pendaftaran.

Baca juga: KDM Minta Setop Izin Pembangunan Wisata-Perumahan di Kawasan Perkebunan

Keluhan yang muncul cukup beragam, mulai dari akun calon murid yang tak kunjung terverifikasi hingga kebingungan peserta yang gagal lolos seleksi Sekolah Maung dan harus melanjutkan pendaftaran melalui jalur reguler.

Keputusan pemecatan Suhendar itu diambil setelah Gubernur Jabar Dedi Mulyadi turun langsung ke menemui para orang tua siswa, serta meminta penjelasan dari tim pengelola sistem pendaftaran yang dinilai menjadi sumber berbagai kendala dalam pelaksanaan PCMB.

"Betul. Kepala UPTD Tikomdik untuk sementara dinonaktifkan dulu," kata Dedi dalam keterangannya, Rabu (10/6/2026).




(azh/ygs)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Fakta Stadion Seattle, Tuan Rumah Piala Dunia 2026 yang Pernah Jadi Panggung Konser Taylor Swift dan Kendrick Lamar
• 18 jam lalugrid.id
thumb
Presiden Prabowo: Hipmi Wadah Penting
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Alasan Hakim Sebut Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus Bukan Operasi Intelijen
• 12 jam lalujpnn.com
thumb
BMKG Prediksi Kemarau Panjang pada 2026, Waspadai ISPA hingga Ancaman Karhutla
• 10 jam lalurctiplus.com
thumb
Program Makan Bergizi Gratis Dipastikan Tetap Berjalan Meski Pembangunan SPPG Baru Dimoratorium
• 19 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.