JAKARTA, KOMPAS.TV- Kepala Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dony Oskaria mengatakan bahwa alasan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi Pertamax dan Pertamax Green karena mengikuti harga pasar dan menyesuaikan dengan harga minyak dunia.
Menurut Dony, harga yang ditentukan tersebut justru di bawah daya nilai yang seharusnya dibebankan ke masyarakat.
“Memang mandatnya kalau Pertamax itu harus mengikuti harga pasar kan? Kalau tidak nanti masa ditanggung terus-terusan. Karena itu kan untuk kelas menengah ke atas kan?” kata Dony, sebagaimana laporan Jurnalis KompasTV Zefanya Situmeang, Selasa (10/6/2026).
Baca Juga: Kapolri Bersyukur UU Polri Tambah Kewenangan Polisi Laksanakan Kebijakan Strategis Nasional
“Tetapi itu pun sebetulnya kita hanya 50% dari harga realnya. Nah itu sudah melewati proses dengan Menteri ESDM. Jadi Menteri ESDM lalu Dirjen menyepakati untuk melakukan itu.”
Di samping itu, Dony mengatakan bahwa kenaikan harga BBM nonsubsidi tidak akan terlalu berdampak terhadap inflasi.
“Tidak, tidak akan berdampak. Karena pemakaian Pertamax ini kan kelas menengah ke atas kan? Bukan untuk industri, bukan untuk transportasi massal. Itu yang dimaksudkan oleh Pak Menkeu. Jadi tidak akan berdampak terhadap inflasi. Nggak usah terlalu khawatir, kita harus optimis dan tenang,” ujar Dony.
Terpisah, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut kenaikan harga BBM nonsubsidi tidak akan membawa dampak signifikan terhadap inflasi. Pasalnya, sambung Purbaya, kenaikan harga BBM tidak diperuntukan pada angkutan umum.
“Kenaikan Pertamax 30% harusnya relatif minim karena kan pertamax ga dipakai buat angkutan barang,” jelas Purbaya.
Baca Juga: Dudung Bantah Punya Dapur MBG: Silakan Cek, Saya Kasih Hadiah Nanti
Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- dony oskaria
- kenaikan bbm
- harga bbm pertamax naik
- harga bbm
- bumn
- danantara





