Teheran (ANTARA) - Menyusul serangan Amerika Serikat terhadap Iran, Teheran meluncurkan serangan rudal terhadap Pangkalan Udara Harir milik AS di Irak utara, demikian dilaporkan kantor berita Iran, Nour News.
Laporan pada Kamis itu menyebutkan bahwa Iran juga menyerang sebuah situs radar AS di Wilayah Kurdistan Irak serta kapal-kapal AS di Selat Hormuz dan Teluk Persia.
Sebelumnya pada Rabu (10/6, Presiden AS, Donald Trump, menuduh Teheran mengulur-ulur perundingan dan mengatakan bahwa Amerika Serikat berniat melancarkan serangan berskala besar terhadap Iran.
Sementara itu pada Kamis dini hari waktu setempat, media Iran melaporkan adanya ledakan di kota-kota Minab, Mohr, Bandar Abbas, dan Sirik. Sistem pertahanan udara diaktifkan di Tehran dan wilayah selatan negara tersebut.
Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Angkatan Bersenjata Iran juga melaporkan adanya pelanggaran wilayah udara Iran bagian selatan oleh sebuah pesawat tempur F-16 milik AS.
Markas tersebut kemudian mengumumkan penutupan Selat Hormuz bagi seluruh kapal dan mengancam akan memberikan respons yang menghancurkan apabila terjadi serangan lebih lanjut dari AS.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Belajar dari perang Irak, Trump sebut tidak akan ganggu militer Iran
Baca juga: Israel dilaporkan bangun dua pangkalan rahasia di Irak
Baca juga: Iran izinkan tanker minyak Irak lewat Selat Hormuz
Laporan pada Kamis itu menyebutkan bahwa Iran juga menyerang sebuah situs radar AS di Wilayah Kurdistan Irak serta kapal-kapal AS di Selat Hormuz dan Teluk Persia.
Sebelumnya pada Rabu (10/6, Presiden AS, Donald Trump, menuduh Teheran mengulur-ulur perundingan dan mengatakan bahwa Amerika Serikat berniat melancarkan serangan berskala besar terhadap Iran.
Sementara itu pada Kamis dini hari waktu setempat, media Iran melaporkan adanya ledakan di kota-kota Minab, Mohr, Bandar Abbas, dan Sirik. Sistem pertahanan udara diaktifkan di Tehran dan wilayah selatan negara tersebut.
Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Angkatan Bersenjata Iran juga melaporkan adanya pelanggaran wilayah udara Iran bagian selatan oleh sebuah pesawat tempur F-16 milik AS.
Markas tersebut kemudian mengumumkan penutupan Selat Hormuz bagi seluruh kapal dan mengancam akan memberikan respons yang menghancurkan apabila terjadi serangan lebih lanjut dari AS.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Belajar dari perang Irak, Trump sebut tidak akan ganggu militer Iran
Baca juga: Israel dilaporkan bangun dua pangkalan rahasia di Irak
Baca juga: Iran izinkan tanker minyak Irak lewat Selat Hormuz





