Perlu kecepatan dan kesigapan untuk mengatasi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Guru Besar IPB University Bambang Hero Saharjo menyatakan adanya lonjakan luas karhutla yang mencapai hampir 19 kali lipat dalam empat bulan pertama tahun 2026. Menurutnya ini bukan sekadar anomali statistik, namun adalah sinyal kuat dari Runaway Climate Impact atau dampak iklim yang telah berlari di luar kendali sistem pencegahan manusia.
Peningkatan drastis kasus karhutla tahun ini membuktikan bahwa mekanisme alam saat ini jauh lebih kuat dibandingkan sistem proteksi yang ada. Perlu diperhatikan bahwa strategi siaga kebakaran yang bersifat normal sudah tidak lagi relevan untuk menghadapi situasi ekstrem tahun ini.
Mekanisme alam sudah begitu kuat sehingga menabrak sistem pencegahan kebakaran kita. Di sisi lain, kondisi mitigasi hingga saat ini masih memprihatinkan. Karena ada indikasi adanya kegagalan respons awal. Meski tanda-tanda bahaya sudah terlihat sejak awal tahun, beberapa lembaga pemerintah justru sempat menyatakan kondisi aman pada April lalu, saat api mulai melalap sebagian wilayah.
Strategi penanggulangan lonjakan jumlah karhutla dikemukakan oleh pakar teknologi penerbangan ITB, yakni Hisar Manongan Pasaribu. Dia juga Co-founder dan CEO/Head of Design Organization PT Iter Aero Industri. Perusahaan yang design organization dan fasilitas produksinya berlokasi di Cilampeni, Ketapang, Bandung.
Terkait solusi karhutla, Hisar dan timnya telah merancang aplikasi drone dan Bambi Bucket.
Menurutnya masalah utama kebakaran hutan dan lahan sulit dideteksi dini. Namun begitu pencegahan dengan deteksi dini sangat penting dan harus diupayakan. Diperlukan drone dengan kemampuan Based Fire Monitoring and Suppression System yang dilengkapi kemampuan deteksi yang menggunakan AI driven hotspot prediction. Memanfaatkan satelit data (NASA) dan meteorological inputs (NOAA) untuk memprediksi zona titik kebakaran potensial dengan tingkat akurasi 98.6 persen.
Selain itu diperlukan multi sensor integration. Drone canggih menggunakan optical cameras, infrared sensors, dan Synthetic Aperture Radar (SAR) untuk mendeteksi api dan asap bahkan pada kondisi visibilitas rendah (malam, kabut, atau asap tebal).
Model deep learning seperti AMSO-SFS bisa memperbaiki deteksi dengan fitur analisis spasial dan frekuensi secara simultan. Drone mampu melakukan real time monitoring selama patroli secara autonomous. Memberikan continuous surveillance tanpa blind spots.
Penggunaan autonomous firefighting drone yang dilengkapi dengan fire retardant sprayers atau payload release systems, drone dapat dioperasikan segera untuk memadamkan api kecil sebelum menyebar menjadi kebakaran besar.
Dibandingkan dengan pesawat terbang dan helikopter, drone dapat terbang lebih rendah dan lebih dekat ke zona api lalu menerapkan retardant langsung ke hotspots dengan lebih efisien dan efektif. Adapun payload yang bisa dibawa oleh drone adalah fire extinguisher ball, dry chemical agent, water capsule (untuk small fire).
Riset dan pengembangan drone dengan berbagai fungsi dan misinya sangat penting bagi Indonesia. Salah satu pengembang adalah Iter Aero yang telah memberikan inovasi untuk menjawab beragam kebutuhan yang semakin meningkat dengan aplikasi drone.
Pada 1 Oktober 2025, Iter Aero telah sukses mendapatkan pengesahan Design Organization Approval (DOA) Class D dari Kementerian Perhubungan. Ini menegaskan pengakuan terhadap kemampuan penuh dalam rancang bangun pesawat udara dan RPAS yang berkualitas dan memenuhi standar internasional.
Perlu dicatat DOA adalah prosedur formal DKKPU yang diakui secara internasional untuk mensertifikasi kemampuan organisasi design untuk melakukan rancang bangun dan sertifikasi pesawat udara dan produk aeronotika yang memenuhi standar kelaikudaraan, keselamatan dan lingkungan.
Sebagai pemegang DOA, Iter Aero bekerja berdasarkan Design Organization Manual yang mendapatkan pengesahan untuk mempertahankan Design Assurance System. Dengan demikian, Iter Aero mampu secara konsisten melakukan rancang bangun, produksi dan perakitan pesawat udara (drones dan remotely piloted aircraft systems) yang berkualitas dan memenuhi standar secara masal.
Iter Aero telah memenuhi Type Certificated Drones and RPAS. Type Certification adalah prosedur formal Kementerian Perhubungan yang diakui secara internasional untuk mengesahkan dan mensertifikasi suatu produk aeronotika (pesawat udara atau RPAS) untuk memenuhi persyaratan kelaikudaraan, keselamatan dan lingkungan yang berstandar internasional.
Drones/RPAS produksi Iter Aero dapat beroperasi secara simultan dan autonomous tanpa intervensi pilot manusia dari saat lepas landas sampai mendarat dengan tingkat keselamatan yang tinggi. Dengan drone tersertifikasi, operator dapat memperoleh izin operasi secara berulang (repetitive), dan secara mandiri menerbangkan drone dalam lingkup batasan operasi yang ditetapkan dalam manual operasinya.
Produk drone dan RPAS Iter Aero dapat dilakukan kustomisasi sebagai platform yang diperlengkapi dengan beragam sensor dan muatan, untuk menjalankan berbagai misi dan operasi. Jenis produk drone di atas seperti Agriculture Drone IA-20AG, IA-740 Cargo Drone, Multipurpose Multicopter Drone, Multicopter Cargo Drone.
Solusi mengatasi karhutla secara dadakan dengan mendatangkan personel untuk memadamkan api secara keroyokan dengan menyemprotkan air dari pipa portabel kurang efektif untuk mengatasi bencana.
Perlu inovasi teknologi untuk menyempurnakan mitigasi karhutla. Solusi itu mencakup sistem jaringan pengairan dan sistem pemantauan dini terjadinya karhutla. Solusi di atas tentunya tidak bisa memakai metode asal-asalan.
Teknologi dapat mendeteksi perubahan kecil dan menunjukkan sumber kebakaran dengan sangat akurat. Kekurangan dari teknologi ini adalah setiap sensor harus ditempatkan satu persatu secara manual. Selain sensor pintar juga dibutuhkan drone buatan bangsa sendiri untuk mitigasi karhutla.
Perlu desain nasional drone dengan spesifikasi yang andal dan memiliki sertifikasi. Sangat luasnya wilayah yang berpotensi terjadinya karhutla membutuhkan unit drone dalam jumlah yang cukup banyak.
Fungsi drone untuk pencitraan sangat membantu memantau wilayah dengan peningkatan suhu panas yang tak lazim. Kelebihan drone adalah bisa segera terbang untuk mengumpulkan data. Kekurangannya adalah cakupan wilayahnya yang terbatas, karena drone biasanya mengikuti jalur penerbangan yang sudah diprogram sebelumnya. Selain itu, daya tahan baterainya terbatas.
Untuk memperbaiki sistem mitigasi karhutla juga dibutuhkan sistem pencitraan satelit yang murah. Perlu membuat jenis satelit mikro untuk meningkatnya ketersediaan data satelit beresolusi tinggi. Satelit mikro yang ukurannya sebesar kotak sepatu diorbitkan ke luar angkasa dalam jumlah yang banyak.
Satelit itu dapat menyampaikan pencitraan keseluruhan planet dengan frekuensi yang lebih sering dan biaya yang lebih murah dibandingkan satelit konvensional. Pencitraan satelit dapat membantu menganalisa perubahan pada penggunaan lahan dan ruang lingkup hutan, memetakan tingkat kebakaran, atau mencari sumber kebakaran.
Penggunaan Bambi Bucket sebagai alat bantu Helikopter juga masih penting untuk penanggulangan karhutla. Iter Aero Industri berhasil merekayasa ulang dan memproduksi Bambi Bucket. Yakni kontainer yang dapat menampung sampai 4000 liter air.
Desain produk itu dilengkapi dengan sistem pengambilan dan pembuangan air yang dapat dikendali secara jarak jauh. Bambi Bucket produksi Iter Aero telah dioperasikan oleh Komala Air untuk digunakan pada misi pemadaman kebakaran hutan dan perkebunan.
PT Komala Indonesia (Komala Air) menggunakan sistem Bambi Bucket pada armada helikopter mereka untuk menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (fire water bombing) di Indonesia.
Mekanisme Bambi Bucket yang merupakan wadah air raksasa fleksibel digantungkan di bawah helikopter. Pilot dapat mengisi ulang air dengan cepat dengan cara mencelupkannya langsung ke sumber air terdekat (seperti danau, sungai, atau embung), lalu melepas katup pembuangan air secara presisi di atas lokasi kebakaran.
Operasional Armada Komala AirArmada yang Sesuai: Komala Air mengoperasikan jenis helikopter lincah seperti Airbus Helicopters Eurocopter AS350 B3e yang sangat andal dipadukan dengan konfigurasi Bambi Bucket untuk bermanuver di medan yang sulit dijangkau tim darat.
(miq/miq) Add as a preferred
source on Google




