Dukung Ekspansi Pasar Ekspor, Semen Padang Siapkan Sertifikasi Emisi Gas Rumah Kaca

bisnis.com
6 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, PADANG — PT Semen Padang tengah menyiapkan sertifikasi emisi gas rumah kaca sebagai langkah strategis untuk memperkuat daya saing perusahaan dalam mendukung perluasan pasar ekspor yang kini semakin menuntut pemenuhan aspek keberlanjutan dan pengelolaan lingkungan.

Direktur Operasi PT Semen Padang, Andria Delfa, menjelaskan bahwa kebutuhan sertifikasi emisi gas rumah kaca semakin penting seiring meningkatnya aktivitas ekspor perusahaan, termasuk untuk produk semen tipe 52,5 N yang telah dipasarkan ke wilayah Reunion Island.

“Jadi dalam proses komunikasi dengan mitra bisnis internasional, perusahaan diminta untuk menunjukkan komitmen pengendalian emisi melalui penerapan standar ISO 14064, yang menjadi salah satu acuan global dalam pengukuran dan pelaporan emisi gas rumah kaca. Kami akan berupaya hal itu bisa terpenuhi,” katanya, dalam keterangan resmi, Rabu (10/6/2026).

Ia menambahkan bahwa upaya sertifikasi emisi tersebut menunjukkan semakin kuatnya peran aspek keberlanjutan yang kini menjadi bagian penting dan tidak terpisahkan dari proses bisnis perusahaan.

“Kemampuan perusahaan dalam menghitung, mengevaluasi, dan melaporkan emisi karbon secara terukur menjadi kebutuhan penting untuk mendukung transaksi bisnis di pasar internasional," ujar Andria.

Menurutnya, selama ini perusahaan telah melakukan perhitungan emisi menggunakan metodologi internasional yang umum dipakai di industri semen. Namun, sertifikasi berbasis ISO 14064 menjadi langkah lanjutan agar data emisi yang dimiliki dapat memperoleh pengakuan lebih luas di tingkat global.

Baca Juga

  • Hutama Karya Hadirkan Pusat Studi Terowongan dan Infrastruktur Bawah Tanah di Sumbar
  • SIG (SMGR) Bidik Ekspor Semen ke AS hingga Afrika Imbas Pasar Domestik Lesu

Karena itu, saat ini perusahaan melaksanakan bimbingan teknis (bimtek) bagi sejumlah personel lintas unit yang akan terlibat dalam proses penghitungan, evaluasi, serta pelaporan emisi karbon sesuai standar internasional yang diterapkan di PT Semen Padang.

Andria berharap para peserta bimtek dapat meningkatkan kompetensi yang nantinya bisa diterapkan secara langsung dalam mendukung proses sertifikasi perusahaan.

"Pengetahuan dan kemampuan yang diperoleh dari kegiatan ini diharapkan mampu mendukung berbagai inisiatif perusahaan ke depan,” sebutnya.

Ia juga menegaskan bahwa di tengah ketatnya persaingan industri semen, aspek keberlanjutan menjadi faktor penting yang tidak hanya meningkatkan daya saing produk, tetapi juga membuka peluang ekspor yang lebih luas.

Oleh sebab itu, ia menekankan bahwa keberhasilan program ini bukan hanya menjadi tanggung jawab individu, melainkan merupakan kontribusi bersama dalam mendukung pencapaian target perusahaan pada aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).

Kepala Unit Sistem Manajemen PT Semen Padang, Arie Ronaldo, menjelaskan bahwa bimtek ini merupakan tahap awal dari rangkaian penguatan sistem penghitungan karbon perusahaan yang ditargetkan rampung pada Juli 2026. Sebelumnya, perusahaan telah melakukan penghitungan emisi karbon menggunakan metode World Business Council for Sustainable Development (WBCSD).

“Data yang telah tersedia tersebut selanjutnya akan menjadi dasar dalam penyusunan inventarisasi emisi sesuai standar ISO 14064-1:2018,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa melalui bimtek ini, perusahaan ingin memastikan seluruh proses penghitungan karbon berjalan sesuai standar internasional, mulai dari pengumpulan data, metode perhitungan, hingga pelaporan dan proses verifikasi.

"Target kami, pada Juli 2026, hasil penghitungan karbon PT Semen Padang sudah terverifikasi dan tervalidasi sehingga dapat digunakan sebagai data emisi yang diakui secara internasional," katanya.

Menurut Arie, program ini juga menjadi bagian penting dalam kesiapan perusahaan menghadapi berbagai kebijakan pengendalian emisi karbon, termasuk implementasi mekanisme Nilai Ekonomi Karbon (NEK) serta regulasi perdagangan internasional yang mensyaratkan pelaporan jejak karbon produk.

Ia menambahkan bahwa persyaratan pelaporan karbon kini semakin luas diterapkan, terutama pada aktivitas ekspor ke berbagai negara dan kawasan, termasuk pasar Eropa. Karena itu, kesiapan sistem penghitungan karbon menjadi kebutuhan strategis bagi perusahaan.

Sementara itu, Kepala Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Padang, Dindin Syafruddin, yang menjadi narasumber dalam bimtek tersebut, menyampaikan apresiasinya atas komitmen PT Semen Padang yang dinilai proaktif dalam penerapan pengelolaan emisi gas rumah kaca.

"Kami hadir untuk belajar bersama, berdiskusi bersama, dan memastikan dunia industri mendapatkan pendampingan terbaik dalam penerapan standar yang mendukung pengurangan emisi gas rumah kaca. Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk memperkuat daya saing industri nasional,” tutupnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
HNW Ajak Seluruh Pihak Bangun Perdamaian Berkeadilan
• 17 jam laludetik.com
thumb
Banyak BUMD DKI Ajukan Nobar Piala Dunia 2026, Pramono: Yang Penting Jangan Ganggu Pekerjaan
• 5 jam lalukompas.com
thumb
Kendalikan inflasi, Pemprov DKI gelar Program Pangan Bersubsidi
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Kapan BTN Jakim 2026 Digelar? Simak Jadwal dan Kategori Barunya
• 6 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Dubes Korut Beri Keterangan dalam Bahasa Indonesia Usai Serahkan Surat Kepercayaan ke Prabowo
• 4 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.