Cekal Wasit Asal Somalia Pimpin Laga Piala Dunia 2026, Amerika Serikat Akhirnya Buka Suara

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Pemerintah Amerika Serikat akhirnya buka suara setelah mencegah masuk wasit FIFA asal Somalia Omar Artan yang akan bertugas memimpin laga di Piala Dunia 2026.

Pihak berwenang AS mengungkapkan dugaan bahwa Omar Artan punya keterkaitan dengan organisasi ekstrimis Somalia, negara asal sang wasit terbaik Afrika.

Baca Juga :
Iran Tutup Selat Hormuz, Kapal yang Mendekat Dianggap Musuh dan Akan Diserang
Iran Serang Pangkalan Militer AS di Irak Utara

Hanya beberapa jam menuju kick off Piala Dunia 2026, sejumlah persoalan konyol terjadi di negara tuan rumah, salah satunya adalah Amerika Serikat.

Bagaimana tidak, kebijakan U.S. Customs and Border Protection (CBP) atau Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan Amerika Serikat terhadap orang yang masuk ke negaranya menuai perdebatan.

Hal ini merujuk kepada dideportasinya wasit asal Somalia Omar Artan yang sebelumnya ditugaskan oleh FIFA untuk memimpin pertandingan di Piala Dunia 2026.

Setibanya di Bandara Miami dari Istanbul, Omar Artan harus menjalani pemeriksaan hingga 11 jam oleh pihak berwenang. Namun akhirnya, ia dikhawatirkan dalam persoalan keamanan.

Tak pelak, keputusan keimigrasian Amerika Serikat menimbulkan gelombang protes dari berbagai pihak jelang dimulainya gelaran Piala Dunia 2026, Jumat dini hari (12/6) WIB.

Amerika Serikat Buka Suara Soal Penolakan Masuk Wasit FIFA

U.S. Customs and Border Protection (CBP) atau Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan Amerika Serikat akhirnya menjelaskan alasan menolak masuk wasit Omar Artan.

Mengutip dari Vietnam.vn, Omar Artan yang berasal dari Somalia mereka duga memiliki keterlibatan dengan organisasi ekstrimis, daftar kelompok yang diblacklist masuk AS.

“Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (CBP) melakukan pemeriksaan tambahan terhadap wasit Somalia tersebut setelah kedatangannya di perbatasan,“ katanya.

“AS menyatakan bahwa pemeriksaan tersebut mengungkap "informasi yang merugikan" mengenai Omar Artan, termasuk dugaan keterkaitannya dengan organisasi ekstremis,“ jelas Vietnam.vn di artikelnya.

Lebih lanjut, seorang pejabat AS juga menjelaskan kalau sikap mereka telah sesuai dengan undang-undang yang berlaku tanpa pengecualian terhadap orang-orang tertentu. 

“Seorang pejabat AS menegaskan bahwa penolakan masuk tersebut didasarkan pada ketentuan Undang-Undang Imigrasi dan Kewarganegaraan AS, dan oleh karena itu tidak ada pengecualian,” ungkapnya.

Baca Juga :
Iran Selatan Jadi Sasaran Serangan Terbaru AS
Ikuti Arahan Trump, AS Kembali Serang Iran
Tak Cuma Polri! TNI Juga Gelar Nobar Piala Dunia 2026 di Seluruh Indonesia, Digelar di Markas-Markaѕ Tentara

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sudah Terlanjur Bucin, Sarwendah dan Giorgio Antonio Diramal Tak Berjodoh
• 11 jam laluviva.co.id
thumb
Said Iqbal Ungkap Alasan Gabung Pemerintahan Prabowo, Ini Kritik Feri Amsari | SATU MEJA
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
Teknologi CBCT Bantu Dokter Lakukan Diagnosis Gigi Lebih Akurat
• 3 jam lalurepublika.co.id
thumb
Saksi Cabut Pengakuan soal Raffi Ahmad dalam Kasus Bea Cukai, Ini Kata KPK
• 8 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Alasan Pertamina Tak Bisa Lagi Menahan Kenaikan Harga Pertamax
• 12 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.