Grid.ID - Dedi Mulyadi ajak masyarakat belanja di warung tetangga dan pedagang keliling. Sang gubernur ingin dorong ekonomi lokal.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengajak masyarakat, khususnya kelompok menengah ke atas untuk mengubah pola belanja sehari-hari. Prioritas tempat belanja kini lebih memprioritaskan warung tetangga dan pedagang keliling.
Bukan tanpa alasan, langkah tersebut dinilai dapat menjadi salah satu strategi penguatan ekonomi akar rumput. Selain itu, hal ini diharapkan dapat mempercepat angka kemiskinan ekstrem di Jawa Barat.
Alasan sang Gubernur
Ajakan tersebut disampaikan Dedi usai Pemerintah Provinsi Jawa Barat meraih penghargaan sebagai Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Terbaik II Tingkat Provinsi dalam kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting dari Kementerian Dalam Negeri. Menurutnya, penguatan ekonomi lokal tidak hanya bergantung pada pemerintah, namun juga partisipasi langsung masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.
"Warga menengah ke atas belanjanya harus di lingkungan masyarakat sekitar, seperti di warung dan pedagang keliling agar tingkat kemiskinannya terus berkurang," ucap Dedi, dikutip dari Kompas.com.
Dedi meyakini jika masyarakat lebih sering belanja di warung kecil atau pedagang keliling, maka perputaran uang akan banyak terjadi di tingkat lokal. Hal ini tentu saja akan membantu pelaku usaha kecil untuk bertahan dan berkembang.
Berita Lain Dedi Mulyadi
Belum lama ini, Dedi Mulyadi menyoroti dugaan adanya pesta gay di Karawang. Kasus ini mencuat setelah video pesta gay di sebuah tempat hiburan malam viral di media sosial.
Pengelola tempat hiburan malam itu mengaku kecolongan karena ada aktivitas LGBT di tengah hiburan musik. Dedi pun meminta Pemkab Karawang bertindak tegas agar kasus serupa tak terjadi.
"Dari sisi aspek wilayah, Bupati sudah menyampaikan katanya tidak ada tempat bagi kaum gay di Karawang. Tinggal Bupati dan seluruh jajaran melakukan tindakan yang lebih nyata," ujar Dedi, dikutip dari Tribunnews.com.
"Kalau itu adalah siswa, kami wajib memperbaiki. Kalau itu masyarakat ya mungkin juga saya harus memperbaiki," lanjutnya.
Kapolres Karawang, Fiki Novian Ardiansyah, menjelaskan pesta gay terjadi pada Minggu (7/6/2026) sekitar pukul 02.00 WIB di Theatre Night Mart, Jalan Tuparev , Kecamatan Karawang Barat. Penyidik telah menetapkan lima tersangka, yakni DA (23), warga Kecamatan Batujaya, SA (23), warga Subang yang tinggal di Telukjambe Timur, R (21), warga Cikampek, AH (20), yang diamankan di Cikarang, serta IH yang diamankan di wilayah Bekasi.
"Setelah ada video viral tersebut, Polres Karawang menindaklanjutinya berupa koordinasi dan juga pengumpulan bahan keterangan. Kemudian kami mengambil keterangan dari sejumlah saksi serta mengidentifikasi para pelaku yang ada dalam video tersebut," ujarnya.
Kasus tersebut menjadi permasalahan yang harus ditangani dengan baik oleh Pemprov Jawa Barat. Baru-baru ini, Dedi Mulyadi juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan ekonomi lokal dengan berbelanja di warung tetangga dan pedagang keliling. (*)
Artikel Asli




