Grid.ID - Polisi akhirnya menangkap pelaku yang bunuh bocah SD di Sragen, Bilqis (11). Siswi kelas V SD tersebut ternyata adalah korban ketiga yang tewas dihabisi pelaku.
Suparman (53) alias Bledus akhirnya ditangkap polisi di kediamannya di Desa Bumiaji, Kecamatan Gondang, Sragen, Jawa Tengah, pada Selasa (9/6/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Buruh tani tersebut diamankan polisi usai melakukan perampokan dan pembunuhan terhadap bocah SD di Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Sragen.
Dengan memakai kursi roda dan perban di kedua kakinya, Suparman diamankan di Polres Sragen untuk dimintai keterangan. Dari penangkapan pelaku, terungkap sejumlah fakta penting terkait kronologi, motif pelaku hingga jejak kejahatan pelaku yang merupakan residivis kasus serupa.
Sosok pelaku yang bunuh bocah SD di Sragen ternyata sebelumnya pernah terlibat dalam dua kasus hukum serupa, yakni pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
"Pelaku juga seorang residivis. Pernah dua kali melakukan kejahatan serupa yaitu pencurian dengan kekerasan dan kedua korbannya meninggal dunia," ungkap Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, dikutip dari Tribun Solo.
Dua korban Suparman sebelum Bilqis antara lain adalah seorang perempuan dan seorang waria. Keduanya tewas akibat tindak kejahatan yang dilakukan oleh Suparman.
"Yang pertama korbannya perempuan meninggal dunia. Yang kedua waria dan juga meninggal dunia," lanjutnya.
"Jadi ananda Bilqis ini adalah korban yang ketiga," imbuhnya.
Lebih lanjut, Dewiana mengungkap bahwa dua kasus sebelum Bilqis tersebut terjadi pada tahun 2008 dan 2012 di Sragen.
Pelaku Teman Ayah Korban
Fakta mengejutkan berikutnya mengenai sosok yang bunuh bocah SD di Sragen adalah tersangka merupakan teman dari ayah korban. Suparman diduga melakukan perampokan dan pembunuhan ini seorang diri.
"Pelaku itu teman dari bapaknya korban," kata Kepala Desa Dawung, Aris Sudaryanto.
"Satu orang eksekutor. Untuk sementara yang diamankan satu orang," jelasnya.
Motif Pembunuhan
Dari penangkapan pelaku, terungkap motif pelaku yang bunuh bocah SD di Sragen. Pelaku, Suparman membunuh bocah perempuan tersebut untuk mengambil barang berharga, yakni motor dan ponsel.
Dari lokasi kejadian, Suparman membawa lari satu unit sepeda motor Honda Vario dan satu buah ponsel merek OPPO. Kedua barang itupun telah dijual oleh pelaku di wilayah Klaten, Jawa Tengah.
"Honda Vario sempat dijual kepada seseorang dan ini orang yang membeli sudah kita amankan," ungkap Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, dikutip dari Kompas.com.
Penyidik hingga saat ini masih mendalami penggunaan uang hasil dari penjualan barang-barang tersebut.
Buang Pakaian ke Sungai Bengawan Solo
Setelah melakukan tindak kejahatan, pelaku diketahui membuang barang bukti berupa baju ke Sungai Bengawan Solo. Satu baju dan celana tersebut dipakai pelaku saat melakukan aksi pembunuhan terhadap Bilqis.
Suparman sengaja berganti pakaian dan membuang baju tersebut untuk mengaburkan jejak kejahatannya. Dari rekaman CCTV, pelaku terpantau berada di lokasi pembuangan baju sekitar empat menit.
"Alhamdulillah sudah ketemu (kaus dan celana pelaku)," kata Dewiana.
Meski kasus telah menemui titik terang, polisi hingga saat ini masih mendalami beberapa aspek perkara. Polisi singgung kemungkinan soal pemeriksaan psikologis pelaku dengan melibatkan ahli.
Sosok yang bunuh bocah SD di Sragen ini dijerat dengan Pasal 479 KUHP ayat (1) dan ayat (3) dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun.
Dikabarkan sebelumnya, seorang anak perempuan bernama Bilqis Rajiansyah (11) ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya di Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, pada Jumat (5/6/2026). Bilqis pertama kali ditemukan oleh ibu kandungnya, Dewi Lestari (34) yang baru pulang bekerja dari pabrik pada sore hari.
Dewi menemukan gembok rumahnya tidak terkunci. Saat masuk ke dalam, putrinya tampak terbaring di tempat tidur dengan selimut setengah badan.
Saat membuka selimut, Dewi terkejut bukan main melihat banyak darah berceceran di bagian kaki dan seprai tempat tidur. Putrinya yang masih berseragam pramuka itu rupanya sudah tewas dengan banyak luka di tubuhnya.
Wajah anaknya telah rusak akibat luka bacok. Selain itu, lengan bocah tersebut juga terdapat luka serius dan jari tangannya terpotong.
Dewi Lestari pun menyadari bahwa anaknya tewas akibat tindak kekerasan. Ia kemudian berlari keluar untuk meminta pertolongan kepada warga sekitar.
Peristiwa ini pun membuat warga desa tersebut gempar. Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan jasad korban dibawa ke RSUD dr. Soehardi Prijonegoro Sragen untuk diperiksa.
Setelah 5 hari penyelidikan, polisi berhasil menangkap pelaku, Suparman (53) alias Bledus di rumahnya, pada Selasa (9/6/2026) malam. Sosok pelaku yang merupakan buruh tani itu rupanya teman ayah korban, dan telah dua kali melakukan kejahatan serupa sebelumnya. (*)
Artikel Asli




