Pertamax Tembus Rp16 Ribu, Driver Ojol Cemas, Berat

jpnn.com
5 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - BANDUNG - Pertamina Patra Niaga telah mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. 

Harga Pertamax (RON 92) naik dari sebelumnya Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter. Pertamax Green 95 dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter. 

BACA JUGA: Harga Pertamax Naik, Pemerintah Diminta Perketat Pengawasan BBM Subsidi

Sementara itu, harga BBM bersubsidi tetap. Harga Pertalite Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.

Kenaikan harga BBM nonsubsidi ini turut memicu kekhawatiran para pekerja, terutama pengemudi ojek online (ojol). 

BACA JUGA: Menteri Bahlil: Perintah Presiden, LPG dan BBM Subsidi tidak Ada Kenaikan Harga

Para driver khawatir, harga BBM subsidi jenis Pertalite nantinya ikut mengalami kenaikan. 

"Iya khawatir, takut ramai lagi kaya dulu. Kalau bisa jangan naik, tetapi turun harganya," kata Fahmi (75), driver ojol, di Jalan Burangrang, Kota Bandung, Kamis (11/6).

BACA JUGA: Harga BBM Naik, Wali Kota Bandung Minta ASN Tinggalkan Mobil Pribadi

Dalam sehari, Fahmi rutin mengisi bahan bakar sebesar Rp40 ribu hingga Rp45 hari untuk kendaraannya.

Dengan kenaikan Pertamax ini, bukan tidak mungkin akan berdampak pada meroketnya harga bahan baku lainnya. 

"Bagaimana, ya, kalau BBM naik sih kayaknya agak berat. Apalagi naiknya gede. Sudah susah kalau semua dinaikin (harganya), apalagi sparepart juga ikut ikut naik, oli juga harganya sekarang naik," ujarnya. 

Kekhawatiran yang sama juga dirasakan Aji (45). 

Aji yang sudah delapan tahun menjadi sopir ojol itu mengaku resah karena kenaikan harga BBM ini tidak sebanding dengan pendapatan yang diterimanya. 

"Ada kekhawatiran Pertalite juga naik, karena sekarang lihat dari orderan agak susah, enggak kayak dulu. Sedangkan BBM naik, gimana nih," katanya.

Menurut Aji, pendapatannya sebagai Ojol sudah tidak sebesar sebelumnya. Hal ini dipicu gejolak ekonomi yang terus terjadi. 

"Kondisi perekonomian makin parah. Sangat terasa dampaknya. Kalau dari ojol orderan juga susah, pendapatan makin menurun. Asalnya sehari (pendapatan) Rp200 ribu sampai 250 ribu, kalau sekarang Rp100 ribu," katanya. (mcr27/jpnn)


Redaktur : Mufthia Ridwan
Reporter : Nur Fidhiah Sabrina


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PT JIEP Mengantarkan Seluruh Peserta Program Beasiswa Lolos ke PTN melalui Pendampingan Akademik
• 18 jam lalupantau.com
thumb
PT JMTM Rekonstruksi Perkerasan di Sejumlah Titik Ruas Tol Cawang–Tomang–Pluit dan Jakarta–Tangerang
• 17 jam lalumediaapakabar.com
thumb
KN SAR 225 ditempatkan di Banyuwangi perkuat operasi SAR di Selat Bali
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
Rupiah menguat seiring membaiknya prospek fiskal Indonesia
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Prabowo Ungkap Alasan 5 Kali Maju Pilpres dengan 4 Kali Kalah, Bukan Sekedar Kejar Jabatan
• 23 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.