JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri menetapkan Founder dan Advisor PT Dana Syariah Indonesia (DSI), FH, sebagai tersangka kasus dugaan fraud atau penipuan yang merugikan Rp2,4 triliun.
Direktur Tipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Ade Safri Simanjuntak, menjelaskan penetapan tersangka FH berdasarkan lima alat bukti berupa keterangan saksi, keterangan ahli, surat, barang bukti, dan bukti elektronik.
“Maka, pada Senin 8 Juni 2026, melalui hasil gelar perkara untuk kepentingan penetapan tersangka, Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri telah kembali menetapkan satu orang tersangka baru dalam perkara a quo atas nama FH,” kata Ade Safri, dikutip Kamis (11/6/2026).
Ade Safri menjelaskan, FH diduga melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan dalam jabatan. Ia membuat pencatatan laporan palsu dalam pembukuan atau laporan keuangan tanpa didukung dokumen yang sah.
Baca Juga:CFD Rasuna Said Akan Disesuaikan Waktunya demi Kelancaran Ibadah MasyarakatSelain itu, ia juga diduga melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU) atas penyaluran pendanaan dari masyarakat yang dilakukan PT DSI dengan menggunakan proyek fiktif dari data atau informasi borrower existing yang terjadi pada periode 2018 sampai 2025.
“Penetapan tersangka FH merupakan hasil pengembangan dari penyidikan yang dilakukan terhadap para tersangka sebelumnya yang telah ditetapkan oleh penyidik, yaitu TA (Dirut), ARL (Komisaris), MY (Eks Direktur), dan AS (Eks Direktur),” ujar Ade Safri.
Adapun peran FH adalah mendirikan dan menjabat pada beberapa perusahaan afiliasi dari PT DSI, antara lain Komisaris pada PT MEDIFFA BAROKAH INTERNASIONAL, Dirut pada PT IQQON TRIARTA MAS, Komisaris pada PT DUO PUTRA LESTARI, serta pemegang saham mayoritas pada PT BPRS Albarokah, PT Surya Finansial Utama (SFU), dan PT Surya Ritelindo Utama (SRU).
Ia juga disebut sebagai pemilik saham nominee tanpa setor modal di PT DSI, aktif mengikuti serta memberikan saran dan masukan dalam rapat pengembangan PT DSI baik RUPS maupun weekly meeting.
Baca Juga:Truk Tangki Hindari Lubang lalu Terguling di Jalur Trans Kalimantan, Sopir Tewas TerlindasSelain itu, FH aktif mencari dan merekomendasikan relasi, calon pemodal, dan super lender untuk PT DSI. “Mengetahui terkait adanya campaign project fiktif yang diunggah ke website dan aplikasi PT DSI untuk menarik para lender menginvestasikan dananya serta mengikuti event yang diselenggarakan oleh PT DSI,” ucap Ade Safri.
Untuk kepentingan penyidikan, FH telah dimintakan pencegahan keluar negeri melalui Ditjen Imigrasi Kemenimipas RI selama 20 hari ke depan, mulai 8 Juni 2026 hingga 27 Juni 2026.
FH diketahui merupakan eks Direktur Operasional dan Sarana Sistem Informasi periode 2014–2017 dan eks Direktur Grup Inovasi Keuangan Digital periode 2017–2018 di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta eks Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko periode 2018–2022 di Bursa Efek Indonesia (BEI).
#nasional




