Kasus balita perempuan berusia tiga tahun berinisial ACB yang ditemukan dalam kondisi lemas dengan mulut dilakban serta tangan dan kaki terikat di sebuah rumah kontrakan di Bantul, DIY, menjadi perhatian publik. Sejumlah warganet mengaitkan kasus ini dengan kondisi baby blues pada ibu.
Namun, psikolog Madeline Jessica, M.Psi, Psikolog, menilai istilah baby blues kurang tepat digunakan. Sebab anak dalam kasus tersebut telah berusia hampir empat tahun, sementara baby blues umumnya terjadi pada periode awal setelah persalinan.
Menurut Madeline, kondisi yang mungkin terjadi antara lain parental burnout (kelelahan kronis dalam menjalankan peran sebagai orang tua), depresi, stres kronis akibat minimnya dukungan sosial, atau masalah psikologis lain yang memerlukan asesmen profesional.
“Ada risiko penggunaan istilah "baby blues" menjadi pembenaran. Khawatirnya netizen bisa menangkap pesan yang keliru seolah-olah, ‘Oh.. karena ibu mengalami baby blues, maka tindakan tersebut dapat dimaklumi," ucap Madeline saat dihubungi kumparanMOM, Kamis (4/6).
"Padahal, dari perspektif psikologi, memahami kondisi psikologis seseorang berbeda dengan membenarkan perilaku yang membahayakan anak,” imbuhnya.
Dukungan Keluarga Jadi Faktor PentingMadeline juga menjelaskan, dukungan suami, keluarga, dan lingkungan, berperan besar dalam menjaga kesehatan mental ibu. Penelitian mengenai parental burnout menunjukkan bahwa kelelahan pengasuhan lebih mudah terjadi ketika tuntutan yang dihadapi orang tua tidak seimbang dengan dukungan yang tersedia.
Kenali Tanda-TandanyaKelelahan emosional dan gangguan kesehatan mental biasanya muncul secara bertahap. Beberapa tanda yang perlu diperhatikan, antara lain:
- Merasa lelah terus-menerus
- Mudah marah atau lebih sensitif
- Sering menangis dan merasa kewalahan
- Kehilangan minat dalam aktivitas sehari-hari atau mengasuh anak
- Merasa menjadi orang tua yang buruk
- Gangguan tidur dan perubahan nafsu makan
- Menarik diri dari lingkungan sosial
- Sulit berkonsentrasi
Dalam kondisi yang lebih berat, ibu mungkin menunjukkan:
- Perasaan putus asa,
- Merasa tidak berharga,
- Merasa tidak sanggup lagi menjalani hidup atau mengasuh anak,
- Muncul pikiran menyakiti diri sendiri atau orang lain.
"Tanda-tanda seperti ini merupakan sinyal yang serius dan memerlukan penanganan segera,” tegas Madeline.
Apa yang Bisa Dilakukan Keluarga?Madeline menyarankan keluarga membantu mengurangi beban ibu dengan bergantian mengasuh anak, membantu pekerjaan rumah, memastikan ibu memiliki waktu beristirahat, serta menyediakan ruang yang aman untuk bercerita tanpa dihakimi.
Jika kondisi dirasa semakin berat atau mengganggu aktivitas sehari-hari, segera ajak ibu berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater, Moms.





