Di Tengah Beton Jakarta, Padi Menghijau di Atap Kelurahan Jakbar

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Hamparan hijau padi yang bergoyang saat diterpa angin biasanya menjadi pemandangan khas wilayah pedesaan.

Namun, pemandangan yang menyejukkan mata itu kini justru hadir di atas Gedung Kelurahan Tangki, Taman Sari, Jakarta Barat.

Di tengah padatnya permukiman dan deretan bangunan beton, rooftop lantai empat kelurahan yang sebelumnya hanya ruang kosong disulap menjadi lahan pertanian produktif.

Baca juga: Harga BBM Naik, Pramono Yakin Lebih Banyak Warga Beralih ke Transum

Berbagai tanaman mulai dari padi, labu madu, labu air, terong, lidah buaya, dan lain sebagainya, tumbuh subur di atas ketinggian.

KOMPAS.com/ SHINTA DWI AYU Area tanam padi yang diubah menjadi tanaman kangkung di rooftop Kelurahan Tangki, Jakarta Barat. Kamis, (10/6/2026).
Sayur dan padi tersebut tidak hanya mempercantik lingkungan, tetapi juga membangun ketahanan pangan lingkungan sekitar.

Perombakan total

Rooftop yang ditumbuhi padi tersebut memiliki luas sekitar 116 meter per segi. Di lantai empat itu terdapat tiga ruangan yang sebelumnya dijadikan sebagai kantor anggota Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kelurahan Tangki.

Di antara ruangan-ruangan itu, terdapat dua rooftop dengan luasan sekitar 30 hingga 35 meter persegi yang diperuntukkan untuk lahan urban farming sejak 2023. Saat itu, pemerintah pusat dan pemerintah daerah menyatakan bahwa ketahanan pangan harus dilakukan.

Namun, hasil urban farming di lantai empat Gedung Kelurahan Tangki sempat tidak optimal. Sampai akhirnya, terjadi pergantian lurah pada 12 November 2024.

Lurah Tangki bernama Iqbal Siregar yang baru menjabat saat itu langsung menggandeng para anggota TP PKK dan Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) untuk merombak total urban farming di lantai empat bangunan bertingkat itu.

"Kebetulan Ketua TP PKK adalah istri saya yang memang hobi tanaman. Kami rombak polanya, kami ganti unsur tanahnya, kemudian pola bertaninya juga kami ubah," ujar Iqbal ketika diwawancarai Kompas.com di kantornya, Rabu (10/6/2026).

Tanaman-tanaman yang tadinya berada di pot kemudian dipindahkan ke bedengan buatan Iqbal dan istrinya.

Di salah satu area rooftop, terdapat tiga bedengan berukuran 3 x 1 meter berbentuk persegi panjang. Bedengan itu dibuat dari kayu dan genteng bekas yang dipasang mengelilingi media tanam.

Baca juga: Kronologi Bus PO Shantika Terbakar di Tol Japek, Berawal dari Ban Pecah

Awalnya, bedengan-bedengan tersebut ditanami berbagai jenis sayuran, seperti kangkung, bayam, dan pakcoy.

Namun, untuk mengurangi serangan hama, Iqbal mencoba mengganti jenis tanaman yang dibudidayakan dengan padi.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Kami coba tanaman baru, yaitu padi. Tujuan sebenarnya untuk mengurangi hama dengan cara mengganti jenis tanaman," sambung dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Luncurkan Platform Space, Aset Strategis KAI Jadi Ladang Bisnis Baru
• 23 jam lalurepublika.co.id
thumb
KONI Klungkung Dorong Atlet Pelajar Tampil Sportif dan Berprestasi di Porjar Bali 2026
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
HP Buatan China Mulai Ditinggalkan, Tiba-Tiba Muncul Raja Baru
• 20 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Mahout Terharu sampai Nangis Sambut Lahirnya Anak Gajah Sumatera di TNTN
• 4 jam laludetik.com
thumb
Tarif Transjabodetabek Terbaru Disesuaikan Daya Beli Warga-Beranda Nasional
• 34 menit lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.