Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan bahwa rencana penyesuaian tarif angkutan umum Transjabodetabek akan tetap mempertimbangkan batas kemampuan dan daya beli warga. Kebijakan ini tengah dipersiapkan secara matang guna meringankan beban subsidi transportasi daerah yang dinilai sudah terlalu membebani anggaran.
?Proses perumusan nilai tarif baru tersebut saat ini masih terus berjalan. Perwakilan dari pihak Pemprov DKI Jakarta mengonfirmasi bahwa besaran angka pasti maupun rute spesifik mana saja yang nantinya akan mengalami penyesuaian harga masih berada dalam tahap pembahasan internal yang komprehensif.
Baca Juga :
Pramono bakal Tambah Golongan Gratis Transportasi Umum?Pramono menjelaskan bahwa langkah rasionalisasi tarif ini menjadi sebuah kebutuhan mendesak yang harus segera dieksekusi. Keputusan ini diambil karena besaran subsidi transportasi yang selama ini dialokasikan dari kas daerah dirasa sudah terlalu besar. Oleh sebab itu, Pemprov DKI Jakarta harus segera mengevaluasi tarif layanan pada beberapa trayek khusus Transjabodetabek demi menjaga agar postur anggaran tetap sehat dan proporsional.
Baca Juga :
Tekan Beban Subsidi, Pemprov DKI Siapkan Skema Tarif TransJabodetabek Berbasis Jarak?Dalam kesempatan terpisah sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno juga sempat memberikan gambaran singkat mengenai estimasi rentang harga tiket khusus untuk rute bandara. Menurut bocoran awalnya, kisaran harga tiket yang berpotensi untuk diterapkan berada pada angka sepuluh ribu hingga lima belas ribu rupiah.
?Langkah peninjauan ulang terhadap tarif moda transportasi andalan warga komuter ini dipandang sangat perlu dilakukan mengingat masa uji coba layanan rute khusus tersebut memang telah usai. Melalui kebijakan penyesuaian ini, Pemprov DKI Jakarta menaruh harapan besar agar kualitas pelayanan transportasi massal tetap bisa dipertahankan secara optimal tanpa harus mengorbankan stabilitas keuangan daerah secara berlebihan. (Daffa Yazid Fadhlan)
Sumber: Metrotvnews.com




