Seorang anak berinisial MWP (6) dipersekusi dua orang anak lainnya dengan cara digesek pada tiang listrik yang sedang mengeluarkan induksi di Taman Kramat Pulo, Senen, Jakarta Pusat pada Minggu (7/6) sore.
Korban seketika tersetrum dan sempat tak sadarkan diri akibat tegangan listrik dari tiang tersebut.
Rekaman peristiwa tersebut viral di media sosial. Salah satu petugas Dinas Pertamanan dan Hutan Jakarta Pusat, Ilham membenarkan induksi yang terjadi memicu rasa tersetrum seperti halnya terkena ujung kabel charger.
“Memang ada sedikit setrum tadi ya, sekitar 40 volt,” kata Ilham saat ditemui kumparan di Taman Kramat Pulo, Kamis (11/6).
Ilham menjelaskan penyebab induksi tersebut karena kabel mengalami pergerakan. Hal itu karena tiang listrik berada di bawah tanah yang membuat kabel mengalami pergerakan.
“Karena ini kan namanya kabel bawah tanah ya, itu kan sifatnya dinamis. Ada pergeseran. Padahal taman ini sudah berdiri sekian bulan. Kenapa dulu tidak, tapi sekarang kejadian begini? Padahal tidak diapa-apakan. Itu artinya kabel dinamis ya, bergerak,” tutur Ilham.
Mengenai pemicu pergerakan kabel tersebut, kata Ilham, dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti halnya tertarik oleh akar. Menurut Ilham, hal itu lumrah terjadi.
“Entah tertarik, ada akar, dan lain-lain. Nah itulah yang menyebabkan mungkin ada gesekan antara kabel dengan besi, misalnya. Itu menyebabkan induksi. Kejadian seperti itu normal, di mana-mana sering terjadi,” jelas Ilham.
Tiang Listrik Sudah Diperbaiki
Meski demikian, Ilham mengungkapkan, tiang listrik tersebut telah kembali normal pada Senin (8/6) setelah diperbaiki petugas. Penanganannya sendiri dilakukan tak lama setelah kejadian persekusi terhadap korban.
“Hari Minggu malam Senin. Jadi posisinya saya datang, tapi karena ini harus bongkar semuanya, sementara dimatikan dulu (seluruh listrik di taman). Tindak lanjutnya besoknya, besok paginya,” kata Ilham.
“Pada saat itu malam setelah kejadian saya matikan (listrik di taman) semuanya. Untuk safety saja, maksudnya biar aman. Gelap tidak apa-apa, yang penting aman dulu. Baru besoknya dites, diperbaiki. Sampai saat ini sudah aman (tiang listrik) ini,” imbuhnya.
Ilham tak mengetahui pasti sejak kapan induksi itu terjadi di tiang listrik tersebut karena baru ada laporan setelah peristiwa persekusi terhadap korban. Atas hal ini, ia mengimbau agar masyarakat dapat segera melaporkan bila ada masalah mengenai taman di lingkungannya.
“Kita kan 24 jam nggak mungkin ngawasin taman sini doang. Taman sono taman sono, kalau nggak ada laporan ya nggak tahu, iya kan. Makanya penggunanya lah justru yang harus proaktif untuk menyampaikan, ‘Oh ini kurang ini Bang tolong ditindak lanjut’,” tandasnya.




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256125/original/004638000_1781148117-foto_resized_650x366.jpg)
