JAKARTA, DISWA.ID -- Pemerintah menegaskan pentingnya Sensus Ekonomi 2026 sebagai fondasi dalam menyusun kebijakan berbasis data, khususnya untuk memperkuat sektor kesehatan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa sektor kesehatan memiliki potensi besar dalam perekonomian Indonesia.
Namun, selama ini data yang tersedia dinilai belum cukup rinci karena masih tercampur dengan sektor lain.
BACA JUGA:Prabowo: Untuk Bela Rakyat, Kita Harus Berhubungan Baik dengan Semua Negara
Menurutnya, sektor kesehatan terdiri dari tiga pilar utama, yakni layanan kesehatan, industri farmasi, dan alat kesehatan.
Ketiganya membutuhkan pemetaan yang lebih detail agar kebijakan yang dihasilkan lebih tepat sasaran.
“Dengan data yang lebih rinci, pemerintah bisa merancang kebijakan yang lebih efektif untuk mendorong pertumbuhan sektor kesehatan,” ujar Budi Gunadi Sadikin, di Jakarta, Kamis 11 Juni 2026.
Budi juga menekankan pentingnya pendekatan preventif melalui program kesehatan, termasuk cek kesehatan gratis yang bertujuan menjaga masyarakat tetap sehat sejak dini.
BACA JUGA:Prabowo: 81 Tahun Merdeka, Kita Harus Punya Mobil Buatan Indonesia
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 akan mencakup seluruh sektor ekonomi, mulai dari pertanian, perdagangan, hingga industri.
Pelaksanaan sensus secara door-to-door dijadwalkan berlangsung pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
BPS mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dengan menerima petugas sensus, mengisi data dengan benar, dan memastikan informasi yang diberikan akurat.
Amalia menambahkan, hasil sensus ini akan digunakan untuk menyusun health satellite account, yakni sistem yang mampu menggambarkan sektor kesehatan secara komprehensif, termasuk layanan, industri, hingga rantai perdagangan yang terkait.
“Data ini akan menjadi dasar penting untuk melihat struktur ekonomi kesehatan secara utuh,” jelasnya.
BACA JUGA:Prabowo di Munas HIPMI: Tak Ada Pertumbuhan Ekonomi Tanpa Nasionalisme
- 1
- 2
- »





