jpnn.com, BANDUNG - Faunaland resmi ditetapkan sebagai pengelola Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo).
Penetapan ini menjadi awal dari proses transisi dan revitalisasi untuk mempersiapkan kembalinya salah satu ruang konservasi, edukasi, dan rekreasi.
BACA JUGA: Bandung Zoo Resmi Dikelola Fauna Land Ancol
"Bagi kami, Bandung Zoo bukan sekadar destinasi wisata. Bandung Zoo adalah rumah bagi satwa sekaligus sarana untuk membangun kesadaran publik tentang pentingnya konservasi," kata CEO Faunaland, Danny Gunalen dalam keterangannya, Kamis (11/6).
"Karena itu, seluruh proses revitalisasi akan bertumpu pada prinsip kesejahteraan satwa, konservasi dan edukasi," serunya.
BACA JUGA: Semifinal IBL 2026: Satria Muda Bandung Terpojok, Djordje Jovicic tak Cari Kambing Hitam
Sebagai langkah awal, Faunaland akan melakukan peninjauan menyeluruh terhadap kondisi kawasan, fasilitas, sistem operasional dan koleksi satwa.
Hasil peninjauan tersebut akan menjadi dasar penyusunan program revitalisasi dan tahapan pembukaan kembali Bandung Zoo.
BACA JUGA: Permudah Transaksi, Bale by BTN Hadir Menemani Aktivitas Masyarakat & Wisatawan di Bali
Faunaland juga memandang Bandung Zoo memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai pusat pembelajaran keanekaragaman hayati Indonesia.
Melalui penguatan fungsi konservasi dan edukasi, Bandung Zoo diharapkan dapat menjadi ruang yang mempertemukan masyarakat dengan kekayaan fauna Indonesia sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan.
Untuk mendukung tujuan tersebut, Faunaland menjalin kerja sama dengan sejumlah lembaga konservasi internasional, termasuk Vantara India dan Bin Zayed Conservation Foundation dari Uni Emirat Arab.
Kolaborasi ini diarahkan pada penguatan kapasitas konservasi, perlindungan satwa, peningkatan standar kesejahteraan satwa, serta adopsi praktik-praktik terbaik yang telah diterapkan di berbagai lembaga konservasi dunia.
"Kolaborasi internasional yang kami bangun bukan untuk mengubah karakter Bandung Zoo, melainkan untuk memperkuat kualitas pengelolaannya," jelasnya.
"Kami ingin menghadirkan standar konservasi dan animal welfare yang semakin baik, sambil tetap menjaga identitas Bandung Zoo sebagai kebanggaan masyarakat Bandung," sambungnya.
Danny menegaskan bahwa kesejahteraan satwa akan menjadi landasan utama dalam setiap keputusan pengelolaan.
"Animal welfare bukan sekadar program kerja, tetapi menjadi prinsip yang membimbing seluruh proses pengelolaan. Mulai dari kualitas habitat, kecukupan nutrisi, layanan kesehatan satwa, hingga pengayaan perilaku akan menjadi perhatian utama kami," terangnya.
Menurut dia, Indonesia sebagai salah satu negara dengan kekayaan hayati terbesar di dunia ingin memperkenalkan aneka satwa kepada masyarakat luas melalui Bandung Zoo.
"Indonesia merupakan salah satu negara dengan kekayaan hayati terbesar di dunia. Kami ingin Bandung Zoo menjadi tempat di mana masyarakat dapat mengenal satwa lebih dekat, memahami pentingnya pelestarian alam dan menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan," jelasnya.
Faunaland juga akan mengerahkan sumber daya dan pengalaman yang dimiliki untuk mempercepat proses persiapan pembukaan kembali Bandung Zoo.
"Prioritas kami saat ini adalah memastikan seluruh satwa mendapatkan penanganan terbaik dan seluruh aspek operasional siap berjalan dengan baik," tuturnya.
Faunaland optimistis bahwa melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, akademisi, komunitas pecinta satwa, organisasi lingkungan hidup, serta jejaring konservasi nasional dan internasional, Bandung Zoo dapat berkembang menjadi salah satu lembaga konservasi dan edukasi yang membanggakan Indonesia.
"Kami ingin menghadirkan Bandung Zoo sebagai pusat konservasi, edukasi dan rekreasi yang relevan bagi generasi hari ini maupun generasi mendatang. Tempat yang tidak hanya menghadirkan pengalaman berkunjung yang berkesan, tetapi juga berkontribusi nyata bagi pelestarian satwa dan lingkungan," ucap dia.
Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyambut penetapan pengelola baru sebagai langkah penting untuk menghadirkan kembali Bandung Zoo bagi masyarakat.
"Hari ini kami memasuki fase baru bagi Bandung Zoo. Proses yang panjang telah kami lalui dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, transparansi dan kepentingan publik," kata Farhan.
Farhan berhadapan, pengelola baru bisa segera melakukan langkah-langkah baru yang diperlukan, agar Bandung Zoo bisa kembali hadir sebagai ruang edukasi dan rekreasi untuk warga Kota Bandung. (mcr27/jpnn)
Redaktur : Yessy Artada
Reporter : Nur Fidhiah Sabrina




