EtIndonesia.com Seorang dokter Taiwan, Chen Yaoli, baru-baru ini dinyatakan bersalah karena mengatur pasien untuk menjalani transplantasi hati di Tiongkok daratan. Dokumen putusan pengadilan menunjukkan bahwa ia memungut biaya yang sangat tinggi untuk mengatur 11 pasien Taiwan menjalani transplantasi hati di Tiongkok. Hingga kini, 8 dari mereka telah meninggal dunia, termasuk 2 orang yang meninggal tepat setelah operasi dan 1 orang yang hanya bertahan hidup selama 9 hari.
Chen Yaoli dihukum karena mengatur sejumlah pasien pergi ke Tiongkok untuk menerima transplantasi organ dan memperoleh keuntungan besar dari biaya perantara. Kasus ini menjadi kasus pertama dalam sejarah Taiwan yang berujung pada pencabutan izin praktik dokter terkait aktivitas semacam itu.
Menurut putusan yang dipublikasikan oleh Pengadilan Distrik Changhua, Chen Yaoli sejak tahun 2008 diduga bekerja sama dengan seorang perawat dan pemilik perusahaan bioteknologi untuk secara ilegal memperkenalkan pasien ke Tiongkok guna menjalani transplantasi hati dan ginjal. Dari aktivitas tersebut ia memperoleh keuntungan sebesar 14,66 juta dolar Taiwan (NT$14,66 juta).
Pengadilan memutuskan bahwa Chen melanggar Undang-Undang Transplantasi Organ Tubuh Manusia Taiwan, menjatuhkan hukuman penjara dua tahun dengan masa percobaan lima tahun, serta mewajibkannya membayar NT$5 juta kepada kas negara.
Kerja Sama Dokter Lintas Selat Taiwan-TiongkokPutusan tersebut menyebutkan bahwa kasus transplantasi organ ilegal ini melibatkan kerja sama antara dokter di Taiwan dan Tiongkok.
Chen Yaoli dikenal sebagai dokter spesialis transplantasi hati ternama di Taiwan. Ia pernah bekerja lebih dari 30 tahun di rumah sakit Kristen Changhua dan kemudian menjabat sebagai wakil direktur rumah sakit afiliasi Universitas Kedokteran Chung Shan.
Dalam kegiatan pertukaran medis, Chen menjalin hubungan dengan dua dokter transplantasi di Tiongkok:
- Zang Yunjin, Direktur Pusat Transplantasi Organ Rumah Sakit Afiliasi Universitas Qingdao di Qingdao.
- Ming Yingzi, Kepala Departemen Transplantasi Organ Rumah Sakit Xiangya Ketiga Universitas Central South di Changsha.
Setelah itu, Chen diduga secara diam-diam mengatur pasien Taiwan untuk menjalani transplantasi organ di kedua rumah sakit tersebut.
Biaya yang harus dibayar pasien berkisar antara NT$3 juta hingga NT$14 juta, dan para dokter dari kedua pihak memperoleh bagian keuntungan dari transaksi tersebut.
Menurut putusan pengadilan:
- Harga pembelian ginjal sekitar 200.000 yuan (sekitar NT$930.000).
- Harga pembelian hati sekitar 350.000–400.000 yuan (sekitar NT$1,62–1,86 juta).
Dokumen pengadilan menunjukkan bahwa dari 11 pasien yang diperkenalkan oleh Chen Yaoli:
- 2 orang meninggal tepat setelah operasi transplantasi.
- 6 orang lainnya meninggal setelah operasi, dengan masa bertahan hidup antara 9 hari hingga lebih dari 4 tahun.
- Hanya 3 pasien yang masih hidup hingga saat ini.
Di antara 11 pasien tersebut, 6 orang menjalani transplantasi hati.
- Tiga orang meninggal dalam waktu kurang dari dua tahun setelah operasi.
- Satu orang meninggal lebih dari empat tahun setelah operasi.
Ada juga seorang pasien yang menghabiskan lebih dari NT$14 juta untuk transplantasi hati. Dari jumlah tersebut, sekitar NT$7,46 juta disebut masuk ke kantong Chen Yaoli. Namun pasien tersebut meninggal dunia kurang dari dua minggu setelah operasi.
Pertanyaan Mengenai Sumber OrganKetua Organisasi Internasional untuk Menyelidiki Penganiayaan terhadap Falun Gong, Wang Zhiyuan, yang pernah melakukan penelitian medis di Harvard University, mengatakan kepada media bahwa tingkat kematian bukanlah inti persoalan.
Menurutnya:”Transplantasi organ sendiri merupakan prosedur yang sangat kompleks. Banyak faktor dapat menyebabkan pasien meninggal.”
Ia menilai terdapat dua masalah utama:
- Sumber organ di Tiongkok daratan tidak transparan.
- Waktu tunggu transplantasi yang sangat singkat dianggap tidak normal.
Menurut Wang, asal-usul organ transplantasi di Tiongkok masih menimbulkan pertanyaan serius.
Dokter Tiongkok yang Disebut dalam PutusanPutusan pengadilan juga menyebut dua dokter Tiongkok yang bekerja sama dengan Chen Yaoli, yaitu Zang Yunjin dan Ming Yingzi.
Menurut laporan Organisasi Internasional untuk Menyelidiki Penganiayaan terhadap Falun Gong, keduanya termasuk dalam daftar individu yang dituduh terlibat dalam dugaan pengambilan organ secara paksa dari orang hidup. Tuduhan tersebut merupakan klaim organisasi tersebut dan menjadi bagian dari perdebatan internasional yang masih kontroversial.
Berdasarkan materi promosi rumah sakit di Tiongkok:
- Zang Yunjin disebut telah memimpin sedikitnya 1.570 transplantasi hati. Antara Januari 2004 hingga Agustus 2008 saja, ia disebut terlibat dalam sekitar 1.600 prosedur pengambilan hati donor di sebuah rumah sakit di Tianjin.
- Ming Yingzi disebut telah berpartisipasi atau secara mandiri melakukan lebih dari 500 transplantasi ginjal dan hampir 200 transplantasi hati. Dari tahun 2002 hingga 2012, ia dilaporkan ikut serta dalam 407 prosedur pengambilan multi-organ abdominal.
Sumber : NTDTV.com





