Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan AS akan melancarkan serangan-serangan baru yang lebih keras terhadap Iran. Trump menuduh para negosiator Teheran telah "mempermainkan kita", saat perundingan damai untuk mengakhiri konflik terhambat.
Pernyataan Trump ini, seperti dilansir AFP dan Al Arabiya, Kamis (11/6/2026), disampaikan setelah AS dan Iran kembali saling serang menyusul ditembak jatuhnya helikopter militer AS di atas Selat Hormuz, yang semakin mengancam gencatan senjata rapuh yang diberlakukan sejak awal April lalu.
Pasukan AS melancarkan gelombang serangan terhadap sejumlah target di wilayah Iran bagian selatan untuk merespons jatuhnya helikopter mereka. Teheran membalas dengan rentetan serangan terhadap pangkalan-pangkalan militer AS di kawasan Teluk, termasuk di Bahrain, Kuwait, dan Yordania.
"Kita akan menyerang mereka dengan sangat keras," tegas Trump saat berbicara kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih pada Rabu (10/6) waktu AS.
"Kita menyerang mereka dengan keras kemarin, dan kita akan menyerang mereka lagi dengan keras hari ini, jika Anda melewatkannya, jika Anda tidak menyalakan televisi Anda," ucapnya.
"Dan kita akan melihat apa yang terjadi dengan kesepakatan itu. Kita hampir mencapai kesepakatan, tetapi mereka terus mengulur waktu, mereka terus mempermainkan kita," kata Presiden AS tersebut.
Lebih lanjut, Trump mengatakan bahwa Washington tetap terbuka untuk mencapai kesepakatan dengan Teheran. Tetapi dia menegaskan bahwa setiap kesepakatan harus substantif dan bisa ditegakkan.
"Kita menginginkan kesepakatan yang bermakna. Kita menginginkan kesepakatan yang berhasil," ujarnya.
(nvc/idh)





