TABLOIDBINTANG.COM - Perselisihan Ruben Onsu dan mantan istrinya, Sarwendah, masih menjadi perhatian publik. Ketegangan yang terjadi di antara keduanya belum menunjukkan tanda-tanda mereda, terutama setelah beredarnya potongan video yang sempat dianggap menyindir Ruben Onsu.
Video tersebut kemudian menuai berbagai reaksi dari masyarakat. Namun, Sarwendah memberikan klarifikasi dan membantah bahwa pernyataannya ditujukan kepada mantan suaminya. Ia bahkan mengunggah video permintaan maaf dan mengakui bahwa ucapannya memang kurang tepat untuk disampaikan di ruang publik.
Dari pernikahan mereka, Ruben Onsu dan Sarwendah dikaruniai dua putri, yakni Thalia dan Thania. Selain itu, keduanya juga membesarkan Betrand Peto yang diadopsi saat masih menjalani kehidupan rumah tangga bersama.
Di tengah memanasnya hubungan kedua belah pihak, muncul kabar bahwa Ruben Onsu memutuskan menghentikan pemberian nafkah bulanan untuk Thalia dan Thania. Keputusan tersebut disebut berkaitan dengan kesulitannya untuk bertemu kedua anaknya.
Menanggapi situasi tersebut, praktisi hukum Ferry Juan memberikan pandangannya. Menurutnya, persoalan yang masih tersisa setelah perceraian sebaiknya diselesaikan secara baik-baik tanpa melibatkan emosi yang berlebihan.
“Jika ada masalah gono gini, hutang atau apapun yang masih tersisa saat berumah tangga, selesaikan baik-baik. Jangan saling menghujat, ingat jaga perasaan anak-anak. Bagaimanapun, mereka membutuhkan cinta dan perhatian dari kedua orang tuanya untuk fondasi tumbuh kembang mereka,” jelas Ferry Juan yang membesarkan Niquita Juan seorang diri.
Ferry menekankan bahwa kepentingan anak harus menjadi prioritas utama. Ia mengingatkan bahwa meskipun hak asuh anak berada di tangan salah satu pihak, hubungan anak dengan kedua orang tuanya tetap harus dijaga.
Merujuk pada Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, khususnya Pasal 14 ayat (2), setiap anak memiliki hak untuk tetap berhubungan langsung dengan ayah maupun ibunya. Karena itu, pihak yang memperoleh hak asuh tetap berkewajiban memberikan akses pertemuan antara anak dan orang tua yang lain.
Menurut Ferry, ketentuan tersebut perlu dipahami dengan baik oleh semua pihak agar tidak menimbulkan persoalan hukum baru di kemudian hari. Ia juga menilai komunikasi yang sehat menjadi kunci untuk menghindari konflik berkepanjangan.
Lebih lanjut, Ferry Juan menyarankan agar Ruben Onsu dan Sarwendah mencari waktu untuk duduk bersama dalam suasana yang lebih tenang. Ia berharap pertemuan dilakukan tanpa campur tangan pihak lain yang berpotensi memperkeruh keadaan.
“Saya bersedia kok membantunya, kasihan anak-anaknya akan terbawa terus dalam situasi konflik kedua orang tuanya,” tutup Ferry Juan.
Konflik yang berkepanjangan antara orang tua memang sering kali memberikan dampak psikologis bagi anak. Karena itu, banyak pihak berharap Ruben Onsu dan Sarwendah dapat menemukan jalan tengah demi menjaga kebahagiaan serta masa depan ketiga anak yang mereka besarkan bersama.




