REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah memastikan akan memperbaiki tata kelola pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG). Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyebut target perbaikan tata kelola MBG akan selesai dalam waktu satu bulan.
"Kita target awal satu bulan ini harus selesai ya, tetapi tentu kan semua ada dinamikanya, maka yang pertama tentu tadi kita tekankan yang sudah berjalan ini tetap berjalan, tidak boleh ada gangguan. Semua (terkait perbaikan MBG) nanti akan kita lihat ya, tidak hanya masalah motor, yang lain-lain juga semua kita lihat," katanya di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis.
Baca Juga
Prabowo Terima Audiensi JK yang Minta Waktu Bertemu
Gubernur Pramono Pastikan Tarif Bus Transjabodetabek Naik
Komandan IRGC: Timur Tengah akan Jadi 'Neraka' Jika AS Terus Ganggu Selat Hormuz
Prasetyo menegaskan, salah satu arah perbaikan tata kelola yakni terkait penutupan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP). Pun penutupan SPPG di dalam satu wilayah yang terdapat kelebihan dapur MBG.
"Pasti arahnya ke sana dong (penutupan), tetapi kan kita belum bisa hari ini mengatakan ditutup atau tidak, namanya sedang ditata kan dilihat ya, diinventarisir kondisinya seperti apa," ujar dia.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Ia menegaskan, pendirian seluruh SPPG harus sesuai dengan SOP. Afiliasi pemilik SPPG dengan partai politik tertentu juga tidak bisa dikaitkan dengan tata kelola MBG, karena semua berhak memiliki SPPG asal dijalankan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)