Bisnis.com, JAKARTA — Anggota Komisi VII DPR RI Yoyok Riyo Sudibyo mengusulkan agar target 10 juta pengusaha dan pekerja dalam Program Kesejahteraan Rakyat (Pro-Kesra) Produktif di Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), diintegrasikan dengan program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Menurut Yoyok, langkah tersebut dapat menjadi jalan pintas bagi pemerintah untuk mempercepat pencapaian target pemberdayaan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja dan pengembangan usaha produktif.
"Masukkan 10 juta orang ini ke Koperasi Desa Merah Putih. Masukkan ke situ. Ini jalan pintas," ujarnya dalam rapat kerja Komisi VII DPR RI bersama Kementerian UMKM di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Dia menilai, target mencetak 10 juta pengusaha dan pekerja merupakan cita-cita besar pemerintah yang membutuhkan strategi luar biasa agar dapat direalisasikan. Dengan asumsi satu pelaku usaha menopang tiga hingga lima anggota keluarga, program tersebut berpotensi berdampak pada 30 juta hingga 50 juta penduduk.
"Perintah Presiden sudah jelas, untuk meningkatkan masyarakat supaya punya pekerjaan dan meningkat status sosialnya menjadi sejahtera. Jumlahnya 10 juta," katanya.
Yoyok berpandangan, keberadaan KDMP dapat dimanfaatkan sebagai wadah pengembangan usaha sekaligus saluran pemasaran bagi produk-produk UMKM. Namun, dia mengingatkan agar koperasi desa tidak hanya berfungsi sebagai gerai distribusi produk pabrikan.
Baca Juga
- Kopdes Merah Putih Dibangun di Hutan hingga Kuburan, DPR Khawatir Bangkrut
- Percepat 80.000 KopDes Merah Putih, Menkop Minta Tambahan Anggaran Rp1,34 Triliun pada 2027
- Pemerintah Rekrut 30.000 Manajer Kopdes Merah Putih, Status Pegawai BUMN Kontrak 2 Tahun
Menurutnya, pemerintah perlu memastikan KDMP menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produknya dan memperoleh keuntungan usaha.
"Kalau koperasi hanya seperti Indomaret atau Alfamart, apa bedanya? Yang dijual semua produk pabrikasi,” saran Yoyok kepada Menteri UMKM Maman Abdurrahman.
Politikus Partai Nasdem itu menyarankan agar koperasi desa memprioritaskan penjualan barang kebutuhan pokok seperti gas LPG, beras, gula, minyak goreng, dan tepung, sekaligus menjadi etalase produk UMKM lokal.
Selain mengusulkan integrasi dengan KDMP, Yoyok juga menilai program Prokesera Produktif perlu memperkuat aspek pemasaran. Menurutnya, program yang saat ini mencakup standarisasi usaha, peningkatan kapasitas, keterampilan kerja, permodalan, sertifikasi, dan pembiayaan belum secara eksplisit menyasar peningkatan penjualan produk UMKM.
"Orang kerja di UMKM itu ending-nya apa? Kan produknya harus laku dijual. Bagaimana caranya UMKM bisa jualan dan untung. Ini yang harus dipikirkan," katanya.
Dia juga mendorong percepatan implementasi SAPA UMKM sebagai platform digital yang dapat memperluas jangkauan pendampingan pemerintah terhadap jutaan pelaku usaha.
Sebelumnya, Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyampaikan program Prokesera Produktif ditargetkan menghasilkan 10 juta pengusaha dan pekerja. Program tersebut menjadi salah satu fokus utama Kementerian UMKM dalam usulan tambahan anggaran tahun 2027.





