Kuwait City: Militer Kuwait mengatakan sistem pertahanan udara negara itu sedang mencegat sejumlah target udara agresif.
Dalam pernyataannya pada Kamis dini hari, 11 Juni 2026, angkatan bersenjata Kuwait menyebut tindakan tersebut dilakukan sesuai prosedur operasional yang berlaku sebagai bagian dari langkah-langkah keamanan yang sedang diterapkan.
Namun, pihak militer tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai jenis target yang dicegat maupun asal ancaman tersebut.
Mengutip Anadolu, perkembangan itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan kawasan setelah Iran mengklaim melancarkan serangan terhadap sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di Teluk.
Secara terpisah, Kementerian Dalam Negeri Bahrain mengumumkan pengaktifan sirene peringatan di berbagai wilayah negara tersebut.
Otoritas Bahrain meminta warga negara dan penduduk tetap tenang serta segera menuju lokasi aman terdekat.
Langkah tersebut diambil hanya beberapa jam setelah Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim telah menyerang sejumlah target militer Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain.
Dalam pernyataannya, IRGC menyebut 18 target utama berhasil diserang di Pangkalan Ali Al Salem dan Ahmad Al Jaber di Kuwait, serta Pangkalan Sheikh Isa di Bahrain.
Iran juga mengklaim telah menyerang sistem pertahanan rudal Patriot, fasilitas komunikasi militer, dan Armada Kelima Angkatan Laut Amerika Serikat yang bermarkas di Bahrain.
Hingga kini, belum ada konfirmasi independen terkait klaim Iran mengenai tingkat kerusakan maupun keberhasilan serangan terhadap fasilitas-fasilitas militer tersebut.
Ketegangan di kawasan Teluk terus meningkat setelah serangkaian aksi saling serang antara Iran dan Amerika Serikat dalam beberapa hari terakhir, yang memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di Timur Tengah.




