Genangan "Abadi" di Pesanggrahan Jaksel Mulai Disedot dan Jalanannya Ditambal

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Air luapan yang menggenangi ruas Jalan H. Mochtar Raya, Pesanggrahan, Jakarta Utara, mulai disedot untuk diperbaiki pada Kamis (11/6/2026).

Pantauan Kompas.com di lokasi pada Kamis siang, terlihat tim Sudin Sumber Daya Air (SDA) dan Sudin Bina Marga Jakarta Selatan tengah melakukan perbaikan di lokasi.

Sebuah truk Unit Perbekalan dan Peralatan (Alkal) Dinas SDA Provinsi DKI Jakarta tengah melakukan penyedotan air yang menggenang.

Baca juga: Ternyata Ini Penyebab Genangan Abadi di Pesanggarahan Jaksel

Hingga pukul 14.25 WIB, proses penyedotan memakan waktu cukup lama karena kapasitas tangki unit Alkal yang sudah penuh dan harus dibuang terlebih dahulu.

Namun, genangan air terlihat sudah berkurang dan aspal jalanan yang hancur di bawahnya kini mulai terlihat.

Area jalanan yang masih menggunakan aspal terlihat terkikis sangat parah dan membuat beberapa pengendara kehilangan kendali dan hampir jatuh saat melintas.

Baca juga: Ojol Kecelakaan Saat Lewat Genangan Abadi di Jaksel, HP Hancur Sampai Tak Bisa Kerja

Pasalnya, beberapa titik mengalami kerusakan yang sangat dalam masih tertutup air sehingga tak terlihat oleh pengendara.

Sementara itu, tim pasukan kuning dari Sudin Bina Marga Jakarta Selatan tengah bersiap untuk melakukan penambalan jalan menggunakan aspal cold mix.

Nantinya, setelah air yang menggenangi jalanan mulai kering, jalan akan diaspal ulang untuk mencegah terjadinya kecelakaan.

Meski begitu, warga sekitar justru memandang pesimistis terhadap upaya perbaikan yang dinilai hanya berdampak sementara.

Baca juga: Genangan Abadi di Pesanggrahan Jaksel, Bertahun-tahun Banjir meski Tak Hujan

Mukmin (40) salah satu warga sekitar menyebut bahwa perbaikan ini bukan pertama kalinya dilakukan oleh petugas.

Menurut dia, bahkan sudah menyaksikan perbaikan hingga lebih dari 10 kali, tetapi jalan tetap kembali rusak.

"Ini mah sebenarnya percuma juga, orang udah ada lebih dari 10 kali, disedot, tambal, rusak lagi rusak lagi,"

Mukmin menyebut, salah satu alasan mengapa banjir dan jalan rusak kembali terjadi adalah karena masalah saluran air di sekitar lokasi genangan tak pernah diperbaiki.

Baca juga: Banjir Kembangan Jakbar Kian Parah, Warga Soroti Proyek Apartemen di Dekat Titik Genangan

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Alhasil, air kembali menggenangi jalan dan berujung pada pengikisan aspal.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polisi Tegaskan Penanganan Kasus Dugaan Penggelapan Masih Berjalan, Penyidik Tunggu Kelengkapan Alat Bukti
• 2 jam laluharianfajar
thumb
MDIY Tetapkan Dividen Perdana Rp17,62 per Saham
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Australian Open 2026: Rehan/Gloria Bangga Bisa ke Perempat Final
• 3 jam lalumedcom.id
thumb
Bupati Edison Jadi Tersangka Pemberi dan Penerima Suap Terkait Pengadaan di Pemkab Muara Enim
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Menkop minta tambahan Rp1,34 triliun dukung 80 ribu Kopdes Merah Putih
• 5 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.