Jakarta: Di berbagai belahan dunia, sejumlah spesies satwa kini berada di ambang kepunahan. Populasinya terus menyusut hingga hanya tersisa puluhan, bahkan ratusan ekor di alam liar. Jika kondisi ini terus berlanjut tanpa upaya konservasi yang memadai, bukan tidak mungkin beberapa hewan tersebut akan hilang selamanya dari muka bumi.
Kepunahan satwa liar menjadi isu global yang semakin mengkhawatirkan. Berbagai spesies kini berada di bawah tekanan akibat aktivitas manusia dan perubahan lingkungan. Hilangnya keanekaragaman hayati tidak hanya mengancam keberlangsungan satwa, tetapi juga dapat mengganggu keseimbangan ekosistem secara keseluruhan.
Baca Juga :
5 Hewan yang Dikenal Paling Bersih, dari Kucing hingga Rakun-Serius Ini Hewan?Melansir dari Britannica, kelangsungan hidup suatu spesies sangat bergantung pada keragaman genetik dalam populasinya. Ketika jumlah individu semakin sedikit, variasi genetik akan menurun sehingga kemampuan spesies untuk beradaptasi terhadap perubahan lingkungan menjadi semakin terbatas. Kondisi ini membuat populasi kecil lebih rentan terhadap kepunahan.
Secara umum, faktor utama yang mendorong kepunahan satwa meliputi perburuan liar, kerusakan habitat, serta perubahan iklim. Karena itu, diperlukan upaya konservasi yang berkelanjutan, mulai dari perlindungan habitat, patroli anti-perburuan, program penangkaran, hingga edukasi masyarakat. Deretan Hewan yang Terancam Punah 1. Badak Jawa Badak Jawa merupakan salah satu mamalia paling langka di dunia. Dahulu hewan ini tersebar luas di kawasan Asia Tenggara, namun populasinya menyusut drastis akibat perburuan dan hilangnya habitat.
Melansir dari Mongabay, jumlah badak Jawa di alam liar diperkirakan hanya sekitar 80 individu. Seluruh populasi yang tersisa saat ini hidup di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon yang menjadi habitat terakhir sekaligus pusat perlindungan spesies tersebut. 2. Kepiting Biru Laut Kepiting Biru Laut termasuk spesies yang memiliki populasi sangat terbatas. Melansir dari Media Indonesia, hewan ini hidup di perairan laut dalam dan kawasan terumbu karang.
Populasinya terus menghadapi ancaman akibat penangkapan berlebihan serta kerusakan habitat laut yang menjadi tempat hidup dan berkembang biaknya. 3. Harimau Sumatera Harimau Sumatera merupakan subspesies harimau terkecil yang hanya ditemukan di Pulau Sumatera. Saat ini, populasinya diperkirakan tersisa sekitar 400 individu di alam liar.
Penurunan populasi dipicu oleh deforestasi, perluasan permukiman manusia, serta perburuan liar. Berbagai upaya konservasi seperti perlindungan habitat dan peningkatan kesadaran masyarakat terus dilakukan untuk menjaga kelestarian spesies ini. 4. Gajah Hutan Afrika Gajah Hutan Afrika merupakan spesies yang hidup di kawasan hutan lebat Afrika Barat dan Afrika Tengah, sehingga cukup sulit dipantau.
Melansir dari Mongabay, populasinya telah menurun hingga 86 persen dalam kurun waktu 31 tahun terakhir. Ancaman terbesar berasal dari perburuan gading dan alih fungsi lahan yang menyebabkan habitat mereka semakin terfragmentasi. Saat ini, spesies ini hanya menempati sekitar 25 persen dari wilayah persebaran historisnya. 5. Penyu Sisik Penyu sisik menjadi salah satu spesies penyu yang terancam punah di dunia. Melansir dari Mongabay, jumlah populasinya diperkirakan hanya berkisar antara 20.000 hingga 23.000 individu.
Populasi penyu sisik terus menurun akibat berbagai ancaman, seperti penangkapan tidak sengaja oleh nelayan, kerusakan terumbu karang, perdagangan ilegal cangkang, polusi plastik, hingga perubahan iklim. Dalam tiga dekade terakhir, jumlahnya dilaporkan menyusut hingga sekitar 80 persen.
Baca Juga :
Jangan Tertipu! 4 Hewan Lucu Ini Ternyata Bisa Membahayakan Manusia-Serius Ini Hewan?Nah, menjaga kelestarian satwa bukan hanya soal menyelamatkan satu spesies tertentu. Upaya ini juga penting untuk mempertahankan keseimbangan ekosistem yang menjadi penopang kehidupan di bumi. Semakin cepat tindakan konservasi dilakukan, semakin besar pula peluang berbagai spesies langka ini untuk bertahan dan berkembang di masa depan.
Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.
(Jessica Nur Faddilah)




