Pemerintah Waspadai Ledakan Investasi AI Picu Gelembung Aset dan Krisis Keuangan

katadata.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah mewaspadai perkembangan pesat akal imitasi (AI) yang dinilai dapat membawa peluang sekaligus risiko bagi perekonomian global dalam jangka menengah. Selain berpotensi meningkatkan produktivitas, lonjakan investasi di sektor AI juga dikhawatirkan memicu gelembung aset teknologi yang dapat berujung pada krisis keuangan.

Dalam dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027, pemerintah memasukkan disrupsi teknologi melalui adopsi AI sebagai salah satu dari lima faktor risiko utama yang akan memengaruhi perekonomian global hingga 2027.

Dalam dokumen tersebut, disebutkan perkembangan AI menghadirkan peluang dan risiko yang berpotensi mengubah struktur ekonomi secara mendalam, sebagaimana yang pernah terjadi saat munculnya listrik dan internet.

“AI berpotensi mendorong peningkatan produktivitas jangka panjang, tetapi manfaat ini tidak muncul secara instan, dan harus dibarengi dengan upaya peningkatan investasi serta penguatan regulasi dan kualitas sumber daya manusia,” kata pemerintah dalam dokumen KEM-PPKF 2027, dikutip Kamis (11/6).

Pemerintah menuturkan, perkembangan AI telah mendorong perubahan pola investasi global. Investasi dalam jumlah besar kini mengalir ke pembangunan pusat data (data center), industri semikonduktor, dan layanan cloud computing, sehingga akumulasi modal mulai bergeser dari sektor industri fisik menuju infrastruktur digital.

“AI juga mendorong capital deepening melalui investasi besar pada pusat data, semikonduktor, dan layanan cloud computing, sehingga pola akumulasi modal bergeser dari industri fisik ke infrastruktur digital,” kata pemerintah dalam dokumen tersebut.

Di sisi lain, pemerintah menilai transformasi AI akan membawa dampak besar terhadap pasar tenaga kerja. Otomatisasi sejumlah pekerjaan, terutama di sektor jasa, berpotensi meningkatkan kesenjangan pendapatan antara pekerja terampil dan tidak terampil serta memperlebar ketimpangan antarsektor ekonomi.

Risiko Gelembung Aset di Sektor AI

Pemerintah juga mengingatkan, euforia investasi di sektor AI dapat menimbulkan risiko makroekonomi dan keuangan yang tidak bisa diabaikan.

“Investasi besar di sektor ini dapat memicu gelembung aset teknologi, seperti pada krisis dot-com atau telekomunikasi di awal tahun 2000-an dan berpotensi mengalami koreksi yang dapat berujung pada terjadinya krisis keuangan,” ujar pemerintah.

Selain risiko AI, dokumen KEM-PPKF 2027 juga mengidentifikasi empat tantangan utama lain yang akan membayangi perekonomian global. Tantangan itu mencakup meningkatnya tensi geopolitik dan konflik antarnegara, proteksionisme dan fragmentasi ekonomi, volatilitas sektor keuangan global, serta perubahan iklim dan transisi energi.

Pemerintah menilai kombinasi berbagai risiko tersebut berpotensi mendorong aliran modal ke aset-aset yang aman (safe haven), meningkatkan risiko pelarian modal dari negara berkembang, dan mempersempit ruang kebijakan untuk menjaga stabilitas ekonomi.

Di sisi lain, pemerintah berpandangan perkembangan AI juga membuka peluang besar bagi peningkatan produktivitas dan investasi jangka panjang. Karena itu, penguatan regulasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan kesiapan infrastruktur digital dinilai menjadi faktor penting agar manfaat transformasi teknologi tersebut dapat dimaksimalkan tanpa menimbulkan risiko yang berlebihan terhadap stabilitas ekonomi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Makelar Audit Minta Rp 1,6 M ke Pemkab Muara Enim untuk Sulap Laporan BPK
• 3 jam laludetik.com
thumb
Prabowo Jawab Kritik Sering Kunker ke Luar Negeri
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kemenhut Buat Situs Pengaduan, Terima Laporan Pembalakan hingga Tambang Ilegal
• 20 jam lalukatadata.co.id
thumb
Jaga Momen, Yamaha Racing Indonesia Siap Tarung di Seri 3 ARRC Motegi
• 8 jam lalumedcom.id
thumb
RI serukan Iran-AS redakan ketegangan usai eskalasi di Selat Hormuz
• 5 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.