KPB dan Pertamina Trans Kontinental Jalin Kerja Sama Pengelolaan Infrastruktur

kumparan.com
16 jam lalu
Cover Berita

PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) bersama PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) terkait Port Management Bundling yakni Layanan Jasa Kepelabuhanan, Marine dan Konstruksi untuk mendukung fasilitas Single Point Mooring (SPM) berkapasitas 320.000 Deadweight Tonnage (DWT) dan Jetty. Penguatan sinergi ini merupakan upaya mengembangkan pengelolaan infrastruktur energi nasional yang terintegrasi dan andal di sektor maritim.

Penandatanganan dilakukan di Balikpapan oleh Direktur Utama KPB Bambang Harimurti dan Plt Direktur Utama PTK Eko Cahyadi pada Jumat, 5 Juni 2026.

Melalui kerja sama ini, PTK akan mendukung berbagai kegiatan operasional di fasilitas pelabuhan dan terminal laut milik KPB. Dukungan tersebut mulai dari pemanduan proses sandar dan lepas kapal di SPM, layanan operasional di New Jetty 6A, hingga pemeriksaan serta perawatan rutin fasilitas. Kerja sama strategis ini diharapkan dapat memastikan seluruh infrastruktur beroperasi dengan aman, lancar, dan andal demi mendukung kelancaran distribusi minyak mentah maupun produk hasil kilang.

“Kilang Pertamina Balikpapan sangat terbantu atas layanan yang diberikan oleh PTK selama ini. Sinergi ini diharapkan dapat berlanjut ke tahap selanjutnya, sehingga menghasilkan service continuity dan kerja sama diharapkan semakin harmonis,” tutur Direktur Utama PT KPB, Bambang Harimurti.

Memasuki fase pengoperasian awal Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, integrasi infrastruktur penunjang menjadi sangat krusial. Salah satu aset strategis yang siap dioperasikan adalah sarana tambat SPM berkapasitas 320.000 DWT di Lawe-Lawe. Fasilitas ini dirancang khusus untuk melayani kapal tanker raksasa pengangkut minyak mentah, yang kemudian dialirkan melalui jalur pipa menuju Terminal Crude Lawe-Lawe untuk memasok bahan baku Kilang Balikpapan.

Plt Direktur Utama PTK, Eko Cahyadi, menjelaskan bahwa pada kolaborasi ini, PTK akan melakukan layanan kepelabuhanan dan marine untuk jangka panjang. Layanan diharapkan dapat mendukung proses sandar kapal hingga pengaliran minyak mentah dengan lebih efektif dan efisien.

Menurutnya, sinergi Pertamina Group ini merupakan bagian vital dalam menjaga keandalan rantai pasok operasional kilang sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

"Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang integrated marine logistics, PTK siap menghadirkan layanan kepelabuhanan, marine, dan konstruksi yang mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan kerja yang maksimal, operasional yang andal (operational reliability), serta efisiensi operasional," ujar Eko.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemicu Pria Dilempar dari Lantai 2 di Jakbar Hingga Tewas Terkuak! Pelaku 3 Orang, Ada yang Masih Anak
• 10 jam laluviva.co.id
thumb
Wara wiri jajal jajanan melimpah ruah ala Jakarta Fair 2026
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Prediksi Skor Indonesia vs Australia U-19: Head to Head, Susunan Pemain
• 15 jam lalubisnis.com
thumb
Bea dan Cukai Kantongi Penerimaan Rp100,6 Triliun hingga April 2026, Tumbuh 0,6 Persen
• 19 jam laluidxchannel.com
thumb
Lalu Lintas Tol Jakarta Pagi Ini: Tol Dalam Kota, Janger, dan Japek Padat
• 22 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.