Dia mempresentasikan tahapan pengembangan kawasan industri yang direncanakan berlangsung pada periode 2026-2028.
Menurut Santosa, proyek tersebut dirancang sebagai kawasan industri otomotif terintegrasi dengan target kapasitas produksi awal mencapai 50.000 unit kendaraan per tahun pada 2028. Dalam jangka panjang, kapasitas produksi ditargetkan meningkat hingga 300.000 unit kendaraan per tahun.
“Kami telah sejak beberapa tahun lalu meletakkan investasi SDM (sumber daya manusia) untuk kepentingan proyek nasional ini, baik tingkat perencana, pelaksana hingga tingkat di atas itu,” kata Santosa dikutip dari Antara. Baca Juga:
Alasan Geely EX2 Jadi Pilihan Mobil EV Pertama
Kawasan pengembangan mobil nasional direncanakan berdiri di atas lahan seluas sekitar 539 hektare di Kabupaten Subang. Area tersebut akan dikembangkan sebagai ekosistem manufaktur otomotif yang terintegrasi, mencakup fasilitas produksi, perkantoran, pusat riset dan pengembangan, sarana pengujian kendaraan, hingga berbagai fasilitas pendukung lainnya.
Pada tahap awal, pembangunan akan difokuskan pada area seluas 60 hektare. Kawasan tersebut ditargetkan mampu memproduksi hingga 50.000 unit kendaraan setiap tahun pada 2028.
Sementara itu, ketika seluruh tahapan pembangunan selesai dan fasilitas beroperasi penuh, kapasitas produksi ditargetkan meningkat hingga 300.000 unit kendaraan per tahun.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(UDA)





