Bisnis.com, SURABAYA – PT Superior Prima Sukses Tbk. (BLES), produsen bata ringan merek Blesscon dan Superiore Block tercatat berhasil membukukan penjualan bersih sebesar Rp1,50 triliun sepanjang tahun buku 2025. Realisasi ini tumbuh dari capaian tahun sebelumnya yang terhitung sebesar Rp1,46 triliun.
Andrew Direktur Keuangan PT Superior Prima Sukses Tbk menjelaskan bahwa pertumbuhan kinerja top-line ini didorong oleh permintaan pasar bata ringan Autoclaved Aerated Concrete (AAC) yang terjaga, serta optimalisasi jaringan distribusi dan kapasitas produksi.
"Pertumbuhan penjualan yang berhasil kami catatkan pada tahun 2025 menunjukkan bahwa fundamental bisnis perseroan tetap kuat. Kami terus berfokus pada peningkatan efisiensi operasional," ujar Andrew dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) di Surabaya dikutip Kamis (10/6/2026).
Seiring dengan kenaikan penjualan, emiten dengan sandi saham BLES ini mengantongi laba bruto sebesar Rp388,94 miliar dan laba tahun berjalan senilai Rp84,11 miliar. Adapun, laba per saham dasar perseroan tercatat berada di level Rp9,44 per saham.
Andrew mengakui terdapat penyesuaian pada pos profitabilitas akibat peningkatan biaya produksi dan beban keuangan seiring dengan langkah ekspansi yang dilakukan perseroan. Meski demikian, BLES mencatatkan arus kas bersih dari aktivitas operasi yang solid sebesar Rp236,34 miliar.
Dari sisi neraca keuangan, total aset BLES per 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp2,04 triliun, terkerek naik bila dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,84 triliun.
Baca Juga
- Bukan MSCI, Ternyata Ini Sentimen yang Bikin IHSG Ambles
- OJK Tunjukkan Kinerja Fundamental Emiten Masih Solid saat IHSG Ambles
- Otorita IKN Usul Tambahan Anggaran Rp3,2 Triliun, Kejar Konstruksi Tahap II
Pertumbuhan juga terjadi pada total ekuitas yang naik menjadi Rp1,12 triliun, dari sebelumnya Rp1,07 triliun. Sementara itu, posisi kas dan setara kas perseroan melonjak signifikan menjadi Rp66,69 miliar dari posisi Rp41,42 miliar pada tahun sebelumnya.
Sepanjang tahun lalu, BLES tercatat telah menggelontorkan investasi pada aset tetap sebesar Rp261,52 miliar. Alokasi belanja modal ini utamanya dialirkan untuk mendukung pengembangan fasilitas produksi pabrik baru perseroan di Banjarnegara.
Hingga saat ini, BLES juga telah mengoperasikan lima fasilitas produksi yang tersebar di wilayah industri strategis. Di antaranya Mojokerto, Lamongan, Sragen, Sidoarjo, dan Banjarnegara.
Direksi BLES optimistis prospek industri bahan bangunan nasional akan ikut terdongkrak seiring dengan meningkatnya kebutuhan infrastruktur dan sektor properti. Kehadiran pabrik kelima di Banjarnegara diharapkan mampu memperluas penetrasi pasar pasar bata ringan nasional ke depan.
"Dengan dukungan kapasitas produksi yang semakin besar, jaringan distribusi yang luas, serta fokus pada efisiensi, Perseroan optimistis dapat melanjutkan pertumbuhan secara berkelanjutan," pungkasnya.





