Pemerintah Tegaskan Tak Ada Dapur MBG Baru Selama Masa Pembenahan

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan tidak ada operasional dapur baru untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam masa pembenahan tata kelola.

“Penataan ini memang tidak ada yang baru dulu. Penataan dulu. Kami lagi membereskan internal dulu,” ujar Zulhas, sapaan akrab Zulkifli Hasan, dalam konferensi pers Peningkatan Kualitas Layanan MBG dan SPPG Terpencil yang digelar di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis.

Baca Juga :
Gerindra Minta Kadernya yang Miliki SPPG Harus Lakukan Hal Ini
Orang Dekat Sony Sonjaya Mainkan Titik Dapur Hingga Mitra MBG, Kini Jadi Tersangka

Zulhas mengatakan, dalam satu bulan ini, pemerintah akan fokus mengatasi berbagai temuan hingga program dapat berjalan seperti yang diharapkan.

Dalam satu bulan, Zulhas berkomitmen untuk menata dan membenahi titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sempat diperjualbelikan, memetakan sekolah-sekolah penerima MBG, membenahi kualitas dapur, hingga melakukan verifikasi ihwal laporan penerima manfaat dari MBG.

Zulhas mengungkapkan terdapat pembengkakan sebanyak 6.877 titik SPPG yang menyebabkan kemungkinan pemborosan sebesar Rp12 triliun per tahun.

“Rencana awal titik itu 21 ribu, tetapi sekarang sudah ada 27.877 titik. Ada membengkak 6.877 titik,” ujar Zulhas.

Selain itu, juga terdapat pembengkakan titik SPPG di daerah 3T dari yang semula ditargetkan sebanyak 2 ribu menjadi 8.617 titik.

“Perlu penataan yang menyeluruh oleh Kepala BGN dan manajemen yang baru untuk membenahi program yang sangat penting,” ujar Zulhas.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang mengatakan pihaknya melakukan sejumlah langkah efisiensi anggaran agar pelaksanaan program tidak membebani keuangan negara tanpa mengubah target pemenuhan gizi bagi penerima manfaat.

Langkah pertama yang dilakukan adalah moratorium pembukaan titik dan dapur baru. Hingga saat ini terdapat 27.877 titik dapur operasional berdasarkan virtual account yang akan ditata kembali untuk menilai kesesuaian kapasitas layanan dengan jumlah penerima manfaat di masing-masing wilayah.

BGN, kata dia, juga menghentikan sementara pendaftaran dapur baru sambil melakukan pemetaan kebutuhan di berbagai daerah. Penataan tersebut dilakukan karena sebaran dapur masih terkonsentrasi di Pulau Jawa.

Langkah berikutnya adalah melakukan refocusing penerima manfaat agar intervensi gizi lebih diarahkan kepada kelompok yang benar-benar membutuhkan. Evaluasi dilakukan terhadap jumlah penerima manfaat yang saat ini tercatat sekitar 63 juta orang.

Baca Juga :
Anggaran MBG Bakal Dipangkas Lagi, Istana Sebut Kebutuhan Dana Bisa Turun dari Rp268 Triliun
Kepala BGN Nanik Menghadap Prabowo, Lapor soal Efisiensi Anggaran
Zulhas Bakal Kebut Penataan Program MBG Sebulan ke Depan, Simak Cakupannya

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Proyek Jet Tempur Raksasa Eropa Senilai Rp2.080 T Resmi Bubar, Kenapa?
• 19 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
RSUD KH Muhammad Tohir Diresmikan, Pemerintah Perkuat Akses Layanan Kesehatan Spesialistik di Pesisir Barat
• 21 jam lalupantau.com
thumb
Puji Pengelolaan Sampah RW 07 Joglo, Pramono bakal Replikasi di Ciangir
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Prediksi Starting XI Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, Duet Thom Haye-Ivar Jenner Bikin Gentar Lawan
• 1 jam laluviva.co.id
thumb
Efek Domino dari Pertamax ke Gejolak Politik
• 23 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.