Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menengok aktivitas pemilahan sampah organik berbasis budi daya maggot yang dikelola swadaya oleh warga RW 07 Joglo, Kembangan, Jakarta Barat. Pramono terkesan dengan kedisiplinan dan pemahaman detail warga mengelola siklus daur ulang di wilayah tersebut..
"Saya secara jujur, secara detail, ada yang selama ini saya tidak tahu, akhirnya saya tahu di tempat ini yang namanya pupa. Pemilahan atau siklus dari maggot ini, saya lihat sudah berjalan dengan baik," ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Kelurahan Joglo, Kembangan, Jakarta Barat, Kamis, 11 Juni 2026.
Secara umum, dia melihat proses pengelolaan sampah sudah berjalan baik. Namun, dia sempat menanyakan kendala dari pengelolaan sampah biologis tersebut.
"Saya sengaja bertanya ke petugasnya, bagaimana kalau kemudian di lapangannya ada masyarakat yang komplain? Ternyata penanganannya menurut saya sangat-sangat baik sekali," kata Pramono.
Warga RW 07 Joglo, Kembangan, Jakarta Barat, melakukan budi daya maggot dalam mengelola sampah organik. Metro TV/Rifda
Pramono mengapresiasi ketahanan sosial pengurus RW dalam mengedukasi dan menangani komplain warga di lapangan secara humanis. Pola pendekatan di wilayah ini dinilai menjadi cerminan ideal bagi penegakan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Pemilahan Sampah.
Pramono mengatakan pihaknya akan mereplikasi atau menirukan aktivitas pengelolaan sampah organik berbasis budi daya maggot dalam skala yang besar di Ciangir, Banten. Luas area pengelolaan sampah tersebut sekitar 40 hektare.
“Mudah-mudahan akan bisa (membuat) penanganan sampah di Jakarta menjadi lebih baik," tutur Pramono.




