JAKARTA, KOMPAS.com - R (18), pelaku mengungkapkan alasannya melakukan perundungan kepada MWP (6) karena kesal korban yang lebih dulu berbuat iseng.
Hal itu diungkapkan oleh ibu dari MWP, Vira (26), yang mendengar alasan pelaku saat mengikuti mediasi di Polres Metro Jakarta Pusat pada Selasa (9/6/2026).
"Katanya sih anak saya duluan yang iseng. Katanya pegang-pegang jenis kelamin dia gitu. Soalnya kan dia awalnya katanya enggak terima ya kalau diisengin duluan gitu," ujar Vira kepada wartawan di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2026).
Namun, saat Vira memeriksa rekaman video dari CCTV yang ada di dekat lokasi kejadian, tidak terlihat MWP melakukan hal yang dituduhkan pelaku.
Baca juga: Bocah yang Dibully Remaja di Senen Jakpus Demam Tinggi Usai Pulang dari RS
Mediasi tersebut juga dihadiri oleh perwakilan Polres Metro Jakarta Pusat.
Kepada polisi, pelaku R sempat menyatakan dia tidak suka dijahili oleh MWP.
"Ternyata saya lihat CCTV enggak ada Wildan tuh pegang-pegang jenis kelamin dia (R) enggak ada. Dia ngomong ke polisi 'Saya enggak suka Pak diisengin duluan dan saya emosian orangnya' " ungkap Vira.
"Terus diginiin sama polisi 'Kalau diisengin sama anak kecil lalu kamu balas?', dia bilang 'Iya Pak, saya enggak terima' " lanjutnya menirukan percakapan pelaku saat itu.
Vira mengungkapkan, pelaku R merupakan siswa SMA. Sementara pelaku yang berinisial L (14) masih duduk di bangku SMP.
Baca juga: Keluarga Bocah Korban Bullying di Jakpus Tolak Damai, Minta Pelaku Diproses Hukum
Menurut Vira, baik R maupun L sempat sama-sama meminta maaf dan menangis sambil bersujud kepada suaminya saat mediasi.
Hanya saja, suami Vira tegas menolak permintaan damai dan tetap ingin kasus perundungan anaknya diproses hukum.
"Kalau dari pihak polisi sih bilangnya gimana kelanjutannya. Terus kalau kata suami saya katanya ini saja berproses lanjut saja gitu ke hukum," jelas Vira.