Polres Bogor mengerahkan sejumlah anjing K-9 untuk mencari anjing pemburu yang lepas di kawasan Jasinga, Kabupaten Bogor. Sebelumnya, ada sejumlah anjing pemburu yang lepas dan menggigit bocah 9 tahun hingga tewas.
Anjing K-9 ini dikerahkan dari satuan Ditpolsatwa Baharkam Mabes Polri, Polres Bogor, dan Polsek Jasinga. Tim gabungan menyisir dan berpatroli di area Desa Sipak.
"Kami sangat memahami kekhawatiran masyarakat Jasinga saat ini. Oleh karena itu, untuk meredam keresahan warga, kami telah berkoordinasi dengan Mabes Polri dan hari ini meluncurkan tim gabungan dari Ditpolsatwa Baharkam Polri bersama 2 ekor K-9, Polres Bogor, dan Polsek Jasinga," kata Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto, Kamis (11/6).
Berdasarkan laporan dari warga setempat, terdeteksi ada sekitar 12 ekor anjing pemburu yang lepas. Hingga saat ini, tim gabungan telah berhasil menangkap 4 ekor, dan diperkirakan masih ada sekitar 6 ekor anjing lagi yang sedang dalam proses pengejaran.
Anjing pemburu yang berhasil ditangkap akan langsung dievakuasi dan dibawa ke Markas Ditsatwa Mabes Polri.
Wikha menyatakan operasi ini berjalan secara paralel dengan proses hukum. Di mana, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Bogor telah resmi menetapkan tersangka dalam perkara tersebut.
"Fokus kami saat ini adalah menyisir Desa Sipak untuk mengamankan sisa anjing pemburu yang lepas. Begitu tertangkap, anjing-anjing tersebut langsung kami evakuasi ke Ditsatwa Mabes Polri agar lingkungan warga kembali aman," ucap Wikha.
Dalam kasus ini, polisi telah memeriksa 57 orang saksi dan menyita 21 unit mobil. Barang bukti tengah diteliti di Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri menggunakan metode scientific crime investigation (SCI), serta bekerja sama dengan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) untuk memastikan mitigasi bahaya rabies.
"Penegakan hukum melalui penetapan tersangka oleh Unit PPA sudah berjalan, dan pengamanan total di lapangan dengan menerjunkan K9 juga sedang intensif dilakukan," ujar Wikha.
"Kami pastikan Polri hadir secara menyeluruh, baik untuk keadilan korban maupun keamanan psikologis warga Jasinga. Kami mengimbau masyarakat Desa Sipak untuk tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa karena petugas sudah mengepung titik-titik rawan," pungkasnya.





