Lombok Timur: Festival 1 Muharram dijadwalkan berlangsung pada 16 hingga 21 Juni 2026 di Gelanggang Olahraga Selong, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kegiatan ini akan diisi dengan berbagai rangkaian acara, mulai dari budaya, keagamaan, pameran, bazar, hingga hiburan rakyat.
Bupati Lombok Timur Haerul Warisin berharap Festival 1 Muharram 1448 Hijriah dapat mendukung pertumbuhan ekonomi. "Pemerintah daerah berharap festival tersebut dapat memperkuat syiar Islam, melestarikan budaya daerah, mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui UMKM, serta menghadirkan hiburan yang edukatif bagi seluruh lapisan masyarakat," kata Haerul Warisin, dilansir dari Antara, Kamis, 11 Juni 2026.
Baca Juga :
Kapan 1 Muharam 1448 H? Cek Jadwal Libur dan Amalan yang DianjurkanHaerul menekankan pentingnya evaluasi pelaksanaan kegiatan tahun sebelumnya agar penyelenggaraan 2026 berjalan lebih baik. "Salah satu perhatian utama adalah pelaksanaan pawai 1.000 dulang (tempat makanan) yang selama ini menjadi ikon perayaan Tahun Baru Islam di Lombok Timur," ujarnya.
Menurut dia, berdasarkan pengalaman tahun lalu masih terdapat peserta yang belum mendapatkan dukungan transportasi yang memadai untuk mengangkut perlengkapan dulang. Ia meminta seluruh pihak terkait, terutama Satpol PP, Damkar, BPBD, dan Dinas Perhubungan untuk terlibat aktif membantu pengawalan serta pengangkutan perlengkapan peserta.
?"Seluruh kepala OPD perlu memahami peran masing-masing agar tugas dan tanggung jawab selama kegiatan berlangsung dapat berjalan jelas dan terkoordinasi," ungkapnya.
Ia mengatakan jangan sampai ada pihak yang dirugikan, karena mereka sangat antusias melestarikan budaya dan berpartisipasi dalam kegiatan pemerintah. "Semua kebutuhan transportasi dan pengangkutan alat harus kita pertanggungjawabkan dengan baik,” terangnya.
Ilustrasi freepik
Haerul juga meminta seluruh OPD menunjukkan semangat dan partisipasi maksimal dalam pawai yang akan digelar. Khusus pawai ASN, peserta diminta mengenakan pakaian putih dan peci hitam sebagai simbol kebersamaan dalam menyambut Tahun Baru Islam.
Selain pawai, Haerul mendorong agar area festival lebih banyak diisi oleh pelaku UMKM dibandingkan stan OPD. Ia meminta Dinas Perdagangan dan Dinas Koperasi untuk aktif menghimpun pelaku usaha lokal sehingga kegiatan tersebut dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
?"Panitia harus melibatkan para penggiat seni Lombok Timur guna mengisi hiburan setiap malam selama festival berlangsung," tuturnya.
Haerul optimistis Festival 1 Muharram 1448 Hijriah dapat terlaksana dengan sukses, meskipun waktu persiapan relatif singkat. “Panitia sudah terbentuk. Walaupun waktunya cukup mepet, InsyaAllah kegiatan ini akan berjalan sukses dengan dukungan semua pihak,” harapnya.




