Gen Z tumbuh di era serba digital, saat di mana teknologi berkembang sangat cepat dan informasi bisa diakses dengan mudah. Namun, di balik berbagai kemudahan tersebut, mereka juga dihadapkan pada beragam tantangan.
Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok, ketidakpastian ekonomi global, dan maraknya kabar PHK, banyak Gen Z merasa masa depan semakin sulit ditebak. Karena itu, mereka lebih memilih fokus pada hal-hal yang bisa menghadirkan ketenangan dan kebahagiaan di masa kini, salah satunya melalui aktivitas healing.
Healing kini menjadi bagian penting dari gaya hidup banyak Gen Z. Mereka percaya bahwa menjaga kesehatan mental dan mengisi ulang energi dapat membantu tetap produktif dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Karena itu, tidak sedikit yang memilih menyisihkan uang untuk liburan atau self-reward ketimbang menaruhnya pada investasi jangka panjang.
Menariknya, pola pikir serupa juga ditemui di kalangan teman kumparan yang berasal dari generasi Gen Z. Yuk, simak berbagai pandangan mereka di bawah ini!
Kenapa Gen Z Lebih Pilih Healing daripada Nabung?Menurut teman kumparan Silvana (20), pola pikir tersebut muncul karena banyak Gen Z yang memegang prinsip YOLO (You Only Live Once), yaitu keyakinan untuk menikmati hidup sebaik mungkin selama masih punya kesempatan.
Menurut Silvana, punya banyak uang nggak selalu sebanding dengan ketenangan pikiran. Karena itu, ia lebih memilih menggunakan sebagian penghasilannya untuk healing dan menyegarkan diri setelah menjalani berbagai aktivitas.
Meski begitu, bukan berarti ia nggak memperhatikan kondisi finansialnya. Ia rutin menabung untuk memenuhi berbagai kebutuhan, mulai dari gadget, kendaraan, tas, hingga sepatu baru.
Selain itu, tabungan juga menjadi dana cadangan untuk kebutuhan mendadak. “Kalau pada saat itu ternyata ada yang lebih urgent, pasti aku alokasiin dana tabungannya ke sana dulu,” katanya.
Pandangan serupa juga disampaikan oleh teman kumparan Rizky (26). Menurutnya, banyak Gen Z menganggap pengalaman hidup sama berharganya dengan memiliki aset.
Atas dasar itu, nggak sedikit yang memilih menikmati hasil kerja mereka untuk mendapatkan pengalaman yang berkesan, alih-alih menyimpan seluruh penghasilannya.
Bagi Rizky, healing merupakan cara efektif untuk stress release sekaligus mengisi ulang energi. "Healing bukan cuma soal liburan, tapi juga kesempatan buat recharge setelah menghadapi tekanan pekerjaan dan kehidupan sehari-hari," ujarnya.
Meski demikian, Rizky tetap mengalokasikan sebagian penghasilannya untuk tabungan dan investasi. Setelah target tabungan tercapai, ia akan menggunakan dana tersebut untuk mewujudkan tujuan yang sudah direncanakan sejak awal, seperti traveling atau membeli barang yang memang dibutuhkan.
Mau punya banyak teman, ikutan acara-acara seru, dan jadi yang paling gaul? Semua ada di teman kumparan Healing. Join sekarang di http://kum.pr/tkhealing#3





