Bisnis.com, TAIF — Masjid Abdullah bin Abbas menjadi salah satu destinasi ziarah yang ramai dikunjungi para jemaah Indonesia, terutama setelah puncak haji 2026 berakhir. Masjid di Kota Taif itu bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga situs sejarah Islam yang menjadi saksi perjalanan dakwah Rasulullah SAW.
Setiap hari, ribuan jemaah haji dan umrah dari berbagai negara datang ke kawasan tersebut. Aktivitas peziarah turut menghidupkan kawasan sekitar masjid yang dipenuhi pedagang dari berbagai negara. Banyaknya jemaah haji yang datang ke sana membuat banyak pedagang menguasai Bahasa Indonesia, bahkan Bahasa Jawa.
Masjid Abdullah bin Abbas dibangun pada 592 Hijriah dan mampu menampung sekitar 3.000 jemaah. Salah satu ciri khas bangunan itu adalah deretan tiang besar yang memenuhi ruang utama masjid. Selain digunakan untuk salat lima waktu dan salat Id, masjid tersebut juga menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat setempat, mulai dari kajian Islam, seminar, hingga pendidikan agama.
Masjid itu berada di dekat makam Abdullah bin Abbas, sepupu sekaligus sahabat Rasulullah SAW yang wafat pada 68 Hijriah.
Abdullah bin Abbas dikenal sebagai salah satu ulama terbesar dalam sejarah Islam. Dia mendapat julukan turjumanul Qur'an atau ahli tafsir Al-Qur'an karena keluasan ilmunya dalam memahami dan menjelaskan kandungan kitab suci.
Warisan pemikiran Abdullah bin Abbas hingga kini masih menjadi rujukan penting dalam berbagai disiplin ilmu keislaman.
Baca Juga
- Menhaj Beberkan Persiapan Haji 2027, Ini Tahapan dan Jadwalnya
- Daftar Kasus Badal Haji Ilegal, Dam Bermasalah, hingga Penyelundupan Jemaah saat Haji 2026
Selain terkait dengan sosok Abdullah bin Abbas, Taif juga memiliki posisi penting dalam sejarah dakwah Islam.
Ketika tekanan kaum Quraisy terhadap Rasulullah SAW di Makkah semakin berat, Nabi Muhammad SAW berupaya mencari dukungan ke Taif dengan harapan masyarakat setempat bersedia menerima risalah Islam.
Namun, harapan tersebut tidak terwujud. Penduduk Taif menolak dakwah Rasulullah SAW dan memperlakukan beliau dengan buruk. Peristiwa itu kemudian dikenang sebagai salah satu fase paling berat dalam perjalanan dakwah Nabi.
Di kawasan yang kini menjadi lokasi Masjid Abdullah bin Abbas, Rasulullah SAW disebut pernah singgah dan beristirahat sebelum kembali ke Makkah. Oleh sebab itu, banyak jemaah memandang kunjungan ke Taif sebagai kesempatan untuk mengenang keteguhan Rasulullah dalam menyebarkan ajaran Islam.
Ketua Rombongan Jemaah Umrah asal Sukabumi, Jawa Barat, Suleman, mengatakan kunjungan ke Taif sengaja dimasukkan dalam agenda perjalanan untuk mengenalkan sejarah perjuangan Rasulullah kepada para jemaah.
"Ziarah ke Taif karena ini merupakan kota harapan Rasulullah. Di mana Rasul mendapatkan intimidasi dan embargo ekonomi pada masa itu. Kemudian berharap mendapatkan pertolongan dari kaum Taif. Dan ternyata Allah belum memberikan izin," ujar Suleman saat diwawancarai tim Media Center Haji (MCH), Rabu (10/6/2026).
Menurut dia, kunjungan ke Masjid Abdullah bin Abbas juga menjadi sarana mengenalkan salah satu sahabat Nabi yang memiliki keluasan ilmu agama.
"Dan kita sekarang ke Abdullah bin Abbas, karena ini adalah sepupu Rasul yang sudah mendapatkan doa dari Rasulullah. Semoga kita juga sama menjadi orang-orang yang memperdalam ilmu agama. Amin," ujarnya.
Suleman menilai perjalanan ke Taif memberikan pengalaman berbeda bagi jemaah. Selain berziarah ke situs sejarah Islam, mereka juga diajak memahami perjuangan dakwah Rasulullah SAW yang menjadi fondasi perkembangan Islam hingga saat ini.
Sebelum mengunjungi Masjid Abdullah bin Abbas, rombongan juga singgah di salah satu peternakan unta di Taif. Para jemaah berkesempatan menyaksikan proses pemerahan susu unta secara langsung dan mencicipinya dalam kondisi segar.
"Susu untanya diperah langsung diminum. Segar," kata Suleman.
Kunjungan ke Masjid Abdullah bin Abbas dan Kota Taif menjadi salah satu rangkaian ziarah yang banyak dipilih jemaah haji Indonesia setelah menyelesaikan ibadah haji. Selain memperkaya pengalaman spiritual, perjalanan tersebut juga memperdalam pemahaman mengenai sejarah Islam, perjuangan dakwah Rasulullah SAW, dan keteladanan Abdullah bin Abbas sebagai sahabat Nabi yang dikenal karena keluasan ilmunya.
Para jemaah umrah dari Sukabumi berfoto bersama tim Media Center Haji (MCH) di Masjid Abdullah bin Abbas, Taif, Arab Saudi pada Rabu (10/6/2026). / dok. Media Center Haji





