Jakarta: Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menyampaikan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di wilayah perkotaan terkendalan lahan. Sebab, salah satu syarat pembangunan fisik KDMP yaitu ketersediaan lahan seluas sekitar 1.000 meter persegi.
Ferry mengatakan Kementerian Koperasi telah melaporkan permasalahan tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto. Diputuskan, pembangunan KDMP dilakukan secara bertahap.
"Oleh karena itu, kami sudah sampaikan ke Bapak Presiden bahwa sekarang kita fokus mungkin paling banyak di 40 ribu titik," kata Ferry dikutip dari Antara, Kamis, 11 Juni 2026.
Ferry menegaskan pemerintah tidak akan memaksakan target pembangunan 80 ribu KDMP dalam waktu singkat. Ia menegaskan bahwa pemerintah mengedepankan kualitas operasional koperasi yang dibentuk.
Baca Juga :
Awasi MBG hingga KMP, BPOM Usul Tambahan Anggaran Rp2,8 TriliunSelain itu, Ferry menyebut pemerintah mempertimbangkan penyesuaian pembangunan fisik Koperasi Merah Putih di kota. "Untuk penyediaan tanah-tanah yang di kota-kota itu bisa jadi ukurannya lebih kecil dan bisa bangunannya dibuat vertikal juga memungkinkan," ujar Ferry.
Pemerintah terus mempercepat operasionalisasi KDMP di berbagai daerah, setelah sebelumnya meluncurkan operasionalisasi 1.061 Koperasi Merah Putih di Jawa Tengah dan Jawa Timur sebagai tahap awal implementasi program tersebut.
Ilustrasi Koperasi Merah Putih. Foto: Suplychain.
Pemerintah juga berencana meresmikan operasional koperasi secara bertahap dengan target hingga 40 ribu unit dapat beroperasi pada akhir 2026.
Hingga saat ini, sebanyak 83 ribu koperasi telah berbadan hukum, dengan 12.533 unit di antaranya telah menyelesaikan pembangunan fisik dan 22.737 unit lainnya masih dalam proses pembangunan.




